SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo memetakan lokasi rawan banjir di Kota Solo. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi banjir besar Februari 2023 lalu tidak terjadi lagi.
Ketua BPBD Solo Nico Agus Putranto mengatakan, pemetaan dilakukan berdasarkan bencana banjir di Solo yang terjadi Februari 2023 lalu. Terlebih, BMKG telah memprediksi tentang curah hujan paling tinggi yang terjadi pada bilan Februari 2024 mendatang.
“Kan sama Februari, jadi kita mengantisipasi agar hal yang sama tidak terjadi. Kita terus waspada, dari BMKG curah hujan di bulan Februari, karena nantinya juga di bulan februari ada kegiatan pemilihan umum, pilpres yang nanti dilaksanakan,” ujarnya, Senin (18/12/2023).
Setelah dilakukan pemetaan, lanjut Nico, pihaknya memperoleh 30 titik rawan banjir yang tersebar di lima kecamatan yang ada di Solo. Dari jumlah tersebut, terbanyak ada di Kecamatan Pasar Kliwon.
Selain memetakan titik rawan banjir, BPBD Solo juga memetakan tempat pemungutan suara (TPS) rawan banjir. Hal itu kemudian dikoordinasikan dengan KPU Solo.
“Sudah kita koordinasikan dengan KPU. Dan kita sudah memaparkan titik rawan bencana sehingga KPU bisa menyiapkan daerah mana yang rawan. Nantinya, terkait keberadaan TPS dikomunikasikan dengan pemangku wilayah dan juga dengan daerah agar dicarikan lokasi TPS yang tidak rawan banjir,” imbuh Nico.
Kendari demikian, sampai saat ini pihaknya masih belum mendapatkan data pasti TPS rawan banjir tersebut.
“Kami belum mendapatkan data TPS dan alamat TPS dari KPU,” tukasnya. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















