Beranda Daerah Solo Selesaikan Masalah Sampah, Gibran Bakal Adopsi PLTSa Putri Cempo di Solo Sebagai...

Selesaikan Masalah Sampah, Gibran Bakal Adopsi PLTSa Putri Cempo di Solo Sebagai Program Nasional 

Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka / Foto: Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Cawapres nomor urut dua sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bakal mengadopsi program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo yang ada di Solo menjadi program nasional.

Menurutnya, program tersebut merupakan jalan keluar untuk mengatasi masalah sampah.

Diketahui, operasional PLTSa Putri Cempo dimulai 30 Oktober 2023 lalu. Pengerjaan PLTSa tersebut dilakukan sejak tahun 2016. Menurut Gibran, PLTSa merupakan solusi untuk mengatasi sampah karena memerlukan sampah dari wilayah lain.

“Pengolahan sampah (PLTSa) bisa jadi program nasional. (PLTSa Putri Cempo) Masih berprogres nanti sampai full 8 watt ya. Sampai tahun depan. Ditunggu saja,” bebernya, Jumat (8/12/2023).

Diketahui, penggunaan sampah sebagai pembangkit listrik ke depan membutuhkan sampah dari luar Solo. Hal itulah yang menjadi optimisme Gibran dalam menghadirkan PLTSa sebagai solusi penanganan sampah.

“Ini (di PLTSa Putri Cempo) sedang disiapkan, biar nanti bisa menampung sampah dari kota lain. (Koordinasi juga sudah dilakukan dengan daerah lain?) Sampun (sudah). Tanggapan mereka cukup baik, ini kan menyelesaikan masalah bukan di Solo saja tapi di daerah lain juga,” tegasnya.

Baca Juga :  Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Datangi Rumah Jokowi

Di sisi lain, Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power infrastruktur selaku pengelola PLTSa Putri Cempo, Epan Suherlan menambahkan, pengolahan sampah ini tidak hanya dapat untuk memproses sampah menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

Namun juga dapat menjadi center of excellent yaitu suatu fasilitas yang dapat digunakan secara bersama untuk pembelajaran berbagi pengetahuan.

“PLTSa ini akan mengolah sampah sebanyak 545 ton sampah mentah perhari. Merupakan campuran dari sampah lama dan sampah baru yang datang dari Kota Surakarta,” ungkapnya.

Nantinya melalui PLTSa ini dapat membangkitkan energi listrik kurang lebih 8 megawatt. Dimana sebagian akan digunakan sendiri kemudian sebagian lagi sebesar 5 megawatt akan dijual pada PLN untuk dijual ke pelanggan PLN  melalui jalur distribusi. Prihatsari

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.