Beranda Daerah Solo Gibran Sibuk Kampanye, Kinerja Pemkot Solo Keteteran!

Gibran Sibuk Kampanye, Kinerja Pemkot Solo Keteteran!

Gibran Rakabuming Raka tampak terburu-buru masuk ke mobil dinasnya saat diwawancarai wartawan / Foto: Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jadwal kampanye cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka diklaim memberikan dampak pada kinerja Pemkot Solo yang kurang maksimal.

Pasalnya, Walikota Solo tersebut beberapa kali mengajukan cuti untuk kampanye.

Ketua Komisi I DPRD Kota Solo, Suharsono mengatakan, kegiatan Gibran selaku Walikota Solo di luar kepentingan pemerintahan berimbas terhadap bidang-bidang tertentu dan dinilai sangat terganggu.

Seperti misalnya Perwali tentang TKDPK (Tenaga Kerja Dengan Perjanjian Kerja) yang sampai saat ini belum dibuat.

“Seharusnya sebagai mitra Komisi I, Perwali tersebut sudah jadi akhir tahun 2023. Belum lagi tentang aturan baru tentang aparatur sipil negara (ASN) yang pada dasarnya mewajibkan penataan pegawai non ASN sampai 2024. Dan tahun 2023 tidak boleh rekruting tenaga non ASN apapun namanya,” bebernya, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga :  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gagaksipat Pastikan MBG Tetap Berjalan Meski Bulan Puasa, Ada Menu Kurma dan Roti

Suharsono menuturkan, belum adanya Perwali tentang TKDPK saat ini bakal memunculkan persoalan terkait kepegawaian TKPK di lingkungan Pemkot Solo.

Menurutnya, hal itu dapat mengakibatkan terjadinya permasalahan di akhir 2024 karena bakal ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran para TKPK tersebut.

“Ini potensi masalah atas pegawai TKPK di lingkungan Pemkot dan potensi chaos di 2024 akhir karena akan ada PHK massal, kecuali mereka yang mau diperlakukan secara outsourcing,” imbuhnya.

Hal senada disampaikam  Wakil Ketua DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto. Sugeng mengungkapkan, sering absennya Gibran karena kampanye memberi beban lebih.

“Mas Wali pada saat menjabat sebagai walikota saja sering menyampaikan waktunya relatif habis digunakan untuk mengurusi Solo. Itu sebelum jadi cawapres. Nah ketika sekarang ditambahi beban sebagai cawapres yang coverage areanya se-Indonesia kan bisa dibayangkan sendiri to? Solo bebannya belum selesai ditambah dengan beban pencawapresan dan tentu akan sangat overload dengan banyak hal,” ungkapnya. Prihatsari