JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Bekas Penambangan Galian C di Desa Jatisari Sambi Boyolali Bikin Rusak Jalan Usaha Tani dan Longsorkan Tebing Hingga ke Lahan Warga

Penambangan galian C di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, Boyolali. Istimewa
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Penambangan galian C di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi, Boyolali sudah ditutup beberapa waktu lalu. Namun demikian, dampaknya yang meresahkan warga hingga kini. Bagaimana tidak, jalan di dekat lokasi penambangan terus tergerus longsor. Padahal jalan itu menjadi akses warga setiap hari. Warga lalu berinisiatif menguruk sendiri badan jalan agar bisa dilewati.

Namun jalan kembali longsor saat hujan. Kegiatan penambangan juga merusak jalan usaha tani. Jalan pertanian yang semula berupa cor beton selebar 2,5 meter hancur dan menyisakan jalan lembek yang tegerus air hujan.

Bahkan, tebing yang ditimbulkan akibat pengerukan tanah juga mengalami retak. Keretakan dikhawatirkan akan bertambah besar karena curah hujan masih tinggi. Sehingga tebing rawan longsor yang bisa menimpa lahan milik petani.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak Kandung di Boyolali Direkonstruksi, Pelaku Miliki Riwayat Penyakit Jiwa

Menurut Mulyani (65), warga setempat, meskipun penambangan sudah selesai, namun janji penambang belum terealisasi sepenuhnya. Saat itu penambang memastikan tanah akan aman dari bahaya longsor dengan membuat talut.

“Namun, hingga penambangan tutup, janji tersebut tak juga direalisasikan. Bahkan, tanah milik saya sebenarnya sudah saya bangun pondasi batu. Tapi setelah dikeruk, ternyata bangunan pondasi tidak dikembalikan lagi,” ujarnya, Senin (19/2/2024).

Tak hanya itu saja, tanah miliknya yang merupakan bekas penambangan juga sering dilanda banjir saat hujan. Padahal, tanah sudah ditanami jagung dan kacang tanah. Akibatnya, tanaman ludes diterjang banjir lumpur.

Baca Juga :  Seperti Ini Meriahnya Peringatan Hari Kartini di SMPN 2 Banyudono, Boyolali

“Air hujan menerjang areal pertanian karena saluran air belum dikembalikan normal seperti sebelumnya,” katanya.

Terpisah, Kades Jatisari, Kecamatan Sambi, Jiyono mengaku telah mendengar keluhan warganya. Pihaknya berjanji akan menyampaikannya ke pihak-pihak terkait, dan juga ke penambang. Pasalnya, masih ada kesepakatan yang belum dipenuhi penambang.

“Yang sudah terpenuhi baru reklamasi lahan saja. Namun pembuatan terasering tanah belum dilakukan. Jalan usaha tani yang rusak juga belum dibangun,” katanya.

Pihaknya juga sudah menghubungi penambang, namun belum mendapat respon. “Warga yang terdampak telah menyampaikan unek- uneknya ke Kantor Desa. Warga juga berencana untuk menuntut ke jalur hukum,” tandasnya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com