JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Hujan Disertai Angin Kencang di Sleman Rusak Puluhan Rumah Warga

Petugas melakukan penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah di Sleman dampak hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (24/2/2024) |  tribunnews
   

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Sleman pada Sabtu (24/2/2024) mengakibatkan puluhan rumah di tiga Kapanewon mengalami kerusakan cukup parah.

Kebanyakan, rumah warga yang rusak pada bagian atap karena tersapu angin kencang maupun akibat tertimpa pohon yang bertumbangan.

Untung saja kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Menurut penjelasan Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, dampak hujan disertai angin kencang tersebar di 6 Kapanewon di Kabupaten Sleman.

Wilayah cukup parah terjadi di Kecamatan Turi, tepatnya di Kalurahan Bangunkerto.

Berdasarkan data  laporan masuk hingga pukul 17.00 WIB, terdapat 6 rumah rusak dari 10 kejadian di Kalurahan tersebut.

“Rumah warga yang rusak mayoritas berada di padukuhan Jurugan, Bangunkerto, rata-rata bagian atap beterbangan,” terang Makwan.

Di Kalurahan Bangunkerto, Turi juga dilaporkan ada 4 pohon tumbang.

Bencana pohon tumbang ini ada yang menimpa rumah, menutup akses jalan dan ada pula pohon tumbang menimpa mobil yang sedang melintas.

Berikutnya, dampak bencana angin kencang cukup parah terjadi juga di Kapanewon Sleman.

Tercatat, ada 18 kejadian pohon tumbang, di mana 14 di antaranya menimpa rumah warga hingga rusak. Lainnya, ada pohon tumbang menimpa jaringan listrik hingga mengganggu akses jalan.

Baca Juga :  Hamzah Batik di Sleman Dilempari Bom Molotov, Polisi Masih Buru Pelaku

Sementara itu di Kapanewon Depok, dampak hujan mengakibatkan pohon tumbang menimpa akses jalan Ringroad utara di sebelah barat simpang empat Condongcatur.

Bencana pohon tumbang menutup akses jalan juga terjadi di Mrican, Kalurahan Caturtunggal, di gang Mandiri, Kenayan, Wedomartani, Ngemplak dan di Prambanan, tepatnya di akses jalan masuk lokasi Candi Boko, Kalurahan Bokoharjo.

Adapun di Kapanewon Minggir, dampak bencana angin kencang menyebabkan satu rumah di Padukuhan Parakan Kulon, Sendangsari rusak.

Rumah yang diketahui milik Trubus itu rusak di bagian atap akibat beterbangan tersapu angin. Saat ini masih dalam proses asesmen untuk mengetahui nilai kerugian.

“Di Ngaglik, dampak hujan lebat menyebabkan pagar SD N Gentan Sinduharjo roboh. Proses penanganan dilanjutkan hari Minggu (25/2/2024) pagi,” kata Makwan.

BPBD Sleman juga telah beregerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik tahap awal bagi warga terdampak bencana.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono menjelaskan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, hujan sedang- lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah DIY disebabkan adanya ex-TC LINCOLN di perairan Samudra Hindia barat Australia, sehingga membentuk pola pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Jawa.

Selain itu, anomali suhu muka laut (SST) di laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa yang positif atau hangat sehingga menambah potensi penguapan atau penambahan masa uap air.

Baca Juga :  Warga Gemblakan, Yogya Hilang Terseret Banjir Kali Code

Sedangkan dari hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 – 3.0 km atau level 850 – 700 mb berkisar antara 60- 95 persen dengan kategori cukup basah.

“Sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY pada siang, sore, malam, dan dini hari,” terang dia.

Hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah DIY ini masih berpotensi terjadi.

BMKG Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini prospek cuaca tiga harian, tanggal 24 hingga 26 Februari agar mewaspadai potensi hujan- angin yang dapat memicu pohon tumbang serta potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir maupun tanah longsor.

Di tanggal 25 Februari 2024, hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Barat – Utara, Bantul bagian Utara dan Gunungkidul.

Sedangkan di tanggal 26 Februari 2024, hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara dan Gunungkidul bagian Utara.

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com