
JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan mahasiswa, dosen, alumni dan 82 guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menyampaikan Seruan Padjadjaran bertajuk “Selamatkan Negara Hukum yang Demokratis, Beretika dan Bermartabat”, Sabtu (3/2/2024).
Naskah Seruan Padjadajaran itu dibacakan oleh Ketua Senat Akademi Unpad, Ganjar Kurnia di kampus Unpad di Jalan Dipatiukur Bandung.
Mohamad Haikal Febriansyah selaku Ketua BEM Unpad mengatakan, seruan itu dilakukan menyusul sejumlah kampus atas kondisi politik saat ini yang terasa mengkhawatirkan.
“Kita melihat bagaimana sivitas akademika di berbagi daerah sudah mulai bergerak dan bersuara. Universitas Padjadjaran menjadi kampus pertama di Jawa Barat yang menyatakan sikap dan juga menyampaikan seruan. Ini sebuah tanda bahaya, ini sebuah tanda di mana kita harus memperhatikan kembali kondisi bangsa ini, kondis masa depan kita,” kata dia, Sabtu (3/2/2023).
BEM Unpad membacakan pernyataan sikap di depan gedung Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, 3 Februari 2024. Sivitas akademika Unpad menyatakan sikap Seruan Padjadjaran yang menyoroti masalah hukum, etika berpolitik, dan sikap pemerintah menjelang Pemilu 2024.
Seruan Padjadjaran ditandatangani oleh 82 guru besar, 1.030 dosen dan alumni, dengan dukungan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Unpad.
Haikal mengklaim, mahasiswa siap turun ke jalan.
“Jika dosen-dosen dan guru besar kami sudah mengatakan ini darurat, maka kami seluruh mahasiswa akan turun ke jalan jika diperlukan oleh bangsa ini. Ini sudah menjadi tanda tidak bisa lagi diam di kelas, duduk manis melihat kondisi bangsa ini jika guru-guru kami sudah bersuara,” kata dia.
Alamsyah, salah satu perwakilan alumni Unpad yang hadir dalam pembacaan Seruan Padjadjaran tersebut mengatakan, seruan moral tersebut tidak terkait dengan dukung mendukung dalam kontestasi pemilu.
“Ini bukan urusan dukung mendukung, oleh karena itu kami berharap pada pihak-pihak yang sedang mengemban jabatan politik tertentu agar tidak menyatakan sebagai sebuah orkestrasi untuk elektabilitas. Semata-mata apa yang disampaikan oleh para guru bedsar yang kami hormati tidak ada kepentingan politik dan semata-mata untuk keselamatan bangsa ke depan,” kata dia, Sabtu, 3 Februari 2024.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Unpad, Susi Dwi Harijanti mengatakan, seruan tersebut dirumuskan bersama-sama.
“Ini merupakan buah pikiran dari beberapa guru besar. Yang kemudian meneguhkan hati kami para guru besar adalah para pimpinan ada di belakang kami, Prof. Ganjar, rektor juga ada di belakang kita,” kata dia, Sabtu (3/2/2024).
Susi mengatakan, naskah Seruan Padjadjaran terus mengalami revisi sejak disusun kemarin, Kamis (2/2/2023). Naskah yang dibacakan merupakan versi final.
“Kami ingin memberikan kesempatan pada guru besar dan yang lain memberikan masukan-masukan termasuk Bu Rektor itu memberikan masukan, kemudian guru besar. Makanya pukul 7 pagi tadi masih direvisi, dan ini yang tadi dibacakan adalah final dari semuanya,” kata dia.
Susi mengatakan, sejak semalam juga diedarkan tanda tangan online untuk dukungan seruan tersebut. Hingga pukul 8 pagi diklaimnya sudah terkumpul tanda tangan dukungan Seruan Padjajajran dari guru besar, dosen, mahasiswa, dan alumni.
“Ini update terakhir pukul 08.00 WIB dan masih akan berlangsung terus. Yang menandatangani seruan ini untuk guru besar kurang lebih 82 guru besar. Kemudian bergabung dosen dan alumni sejumlah kurang lebih 1.030 orang. Dan ini menunjukkan betapa seruan moral yang kami sebut dengan Seruan Padjadjaran mendapat dukungan penuh dari sivitas akademika,” kata dia.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














