BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Warga Desa Jatisari, Kecamatan Sambi mengeluhkan area bekas penambangan galian C yang terbengkalai. Area bekas tambang dibiarkan jadi jurang yang dalam.
Padahal, saat itu, penambang berjanji akan membuat trap atau terasering tanah bekas tambang. Kini area tersebut jadi jurang yang sering longsor.
Bahkan, jalan desa yang menjadi akses satu-satunya warga terancam putus. Hujan deras yang mengguyur belakang ini perlahan terus mengikis tanah jurang hingga terjadi longsor.
Ada satu titik yang sepertiga jalannya sudah longsor. Di titik lain yang masih dalam satu jalur sudah retak hingga membelah jalan.
Di lahan warga juga sudah terlihat ada retakan. Bahkan, pematang sawah yang berbatasan dengan jurang juga mulai longsor.
Tuminem, salah satu warga mengaku was-was. Pasalnya jalan yang menjadi satu-satunya akses keluarganya terancam putus.
“Separohnya sudah longsor,” katanya, Jumat (9/2/2024).
Sebagai masyarakat kecil, dia hanya bisa berharap, pihak penambang bertanggung jawab memperbsiki jalan dan reklamasi lahan. Sehingga tidak rawan longsor.
“Anak saya sudah laporan ke Desa. Ya semoga dari desa bisa meminta penambang melakukan perbaikan,” katanya.
Kades Jatisari, Jiyono mengaku sudah menerima dan melihat langsung kondisi jalan yang rusak tersebut. Pihaknya pun akan melaporkan peristiwa ini ke Pemkab Boyolali.
Dia menyatakan janji reklamasi yang telah disepakati tak semuanya dipenuhi oleh penambang. Seperti keamanan jalan dan jalan usaha tani yang semula cor beton tak dikembalikan. Penambang itu telah mencaplok jalan usaha tani.
“Masalah itu sudah kami sampaikan ke penambang. Tapi belum ada respon,” katanya. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














