
BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – PDI P dan PKS Boyolali sepakat berkoalisi dalam Pilkada 2024.
Nota kesepahaman kerja sama politik antara kedua partai itu telah ditandatangani pada Sabtu (27/4/2024).
PDIP diperkirakan meraup 36 kursi dan PKS 4 kursi. Pasca penandatanganan koalisi, hubungan kedua parpol tersebut makin mesra.
Hal itu nampak pada acara halal bi halal keluarga besar PKS Boyolali yang dihelat di gedung PKPN setempat Minggu (28/4/2024).
Terlihat jajaran elit PDIP Boyolali hingga Bupati Boyolali, M Said Hidayat duduk di kursi depan. Hadir pula Ketua DPC PDI P Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, Sekretaris DPC, Marsono, dan jajaran pengurus lainnya.
Susetya menjelaskan, kerjasama politik itu merupakan sebuah dinamika.
“Pada kesempatan Pilkada 2024, kita bersama teman-teman Partai Keadilan Sejahtera, sudah mulai membuka diri,” katanya.
Sejak PDI P menguasai Boyolali selama 15 tahun, PKS selalu diluar pemerintah. Sejak Seno Samodro menjabat sebagai bupati pada mulai tahun 2009, PKS berada di jalur oposisi.
Namun untuk Pilkada 2024 ini, PKS dan PDIP sepakat bersatu. Diskusi panjang antar kedua partai telah dilalui.
“Puncaknya kemarin, telah ditandatangani nota kesepahaman kerjasama politik untuk menghadapi Pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 November nanti,” katanya.
Menurut Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin, kerjasama politik itu untuk membangun masyarakat Boyolali.
PDI P memberikan kesempatan kepada PKS untuk membangun Boyolali bersama-sama.
“Kita ingin PKS, 5 tahun ke depan berkontribusi untuk bersama-sama membangun Boyolali.”
Ditambahkan, koalisi dengan PDIP untuk Pilkada 2024 masih berproses.
Setelah adanya nota kesepahaman itu, pihaknya akan segera mengirimkan ke DPP melalui DPW. Diharapkan, DPP dapat memberikan rekomendasi tersebut. Waskita
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














