JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kolaborasi Dengan BPDPKS, Kemenkeu Komitmen Berdayakan UKM Berbasis Sawit

Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) BPDPKS Helmi Muhansyah saat acara Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia di Solo, Senin (20/5/2024). Istimewa
   

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kementerian Keuangan berkomitmen memberdayakan usaha kecil berbasis sawit. Salah satu upaya dilakukan kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan, perkembangan UKM berbasis sawit semakin baik dewasa ini. Menurutnya, pemberdayaan UKM berbasis sawit mengambil peranan penting bagi perputaran ekonomi di masyarakat.

“Sawit perkembangannya bagus sekali. Ini kampanye yang sangat positif untuk komoditas sawit. Saat ini jenis produk yang bisa dihasilkan dari sawit cukup beragam, mulai dari sampo, sabun, makanan, hingga helm,” ujarnya di sela acara Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia di Solo, Senin (20/5/2024).

Menurut Helmi, sosialisasi terkait basis sawit terua digencarkan. Termasuk diantaranya sosialisasi terkait peluang di daerah bukan penghasil sawit.

Baca Juga :  Astrid Widayani Dipanggil DPP PSI, Dapat Arahan Langsung dari Kaesang, Ada Apa?

“Peluangnya seperti apa, itu disosialisasika. Bukan hanya daerah penghasil sawit tapi juga di luar itu, seperti Solo. Diharapkan daerah yang bukan penghasil sawit bisa mengintegrasikan bahan baku tersebut di daerah masing-masing,” imbuhnya.

Helmi menuturkan, sosialisasi yang sudah dilakukan diantaranya pada pelaku industri batik di Cirebon dan asosiasi petani di Riau.

“Kalau untuk industri batik, kan sawit bisa untuk malam yang digunakan untuk membatik. Sedangkan di Riau, kami latih mereka untuk menggunakan sawit sebagai bahan baku kosmetik. Nah, 2-3 minggu ke depan, di Solo kami ingin sosialisasikan ke pelaku batik seperti di Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Qayuum Amri mengatakan Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu UKM Sawit karena perkembangan jumlah pelaku  UKM bertambah pesat.

Baca Juga :  Tim Hibah MKBM UNS Hadirkan Digitalisasi Pemasaran Produk Lokal UMKM Melalui Website

Ia mencatat pada tahun 2023, jumlah UKM ada sebanyak 13.203 pelaku usaha. Angka ini naik 18,33 persen dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 11.157 pelaku usaha.

“Faktor lainnya adalah pesatnya kegiatan berskala nasional dan internasional yang menempatkan Solo sebagai destinasi kota MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) yang membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” bebernya.

Qayuum berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat dan wisatawan mengetahui manfaat serta kebaikan sawit bagi Indonesia.

“Bagi masyarakat yang ingin mengetahui batik, makanan, dan kerajinan yang memiliki kandungan sawit dapat belajar langsung dari pelaku UKM di Solo dan sekitarnya,” tukasnya. Prihatsari

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com