Beranda Daerah Boyolali Kejari Boyolali Prihatin, Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum Ranking Tertinggi di Antara...

Kejari Boyolali Prihatin, Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum Ranking Tertinggi di Antara Kasus Lainnya

Kajari Boyolali , Tri Anggoro Mukti (tengah) sedang menjelaskan kasus anak terlibat hukum di wilayah Boyolali | Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Memprihatinkan, ternyata kasus anak berhadapan dengan hukum di wilayah hukum Boyolali jumlahnya sangat tinggi. Bahkan, jumlah kasusnya ranking tertinggi dibandingkan kasus hukum lainnya.

“Ya betul. Jumlah kasusnya tinggi bahkan mencapai 30 persen dari seluruh kasus yang ada,” ujar Kajari Boyolali, Tri Anggoro Mukti, Rabu (17/7/2024).

Ditemui wartawan di kantornya, Rabu (17/7), selama tahun 2023 lalu, kasusnya mencapai 20 – 30 persen. Demikian pula selama bulan Januari hingga pertengahan Juli 2024, jumlahnya mencapai 30 persen.

Jumlah kasus dari Januari- hingga pertengahan Juli sekitar 130 kasus. Kasus tersebut, baik anak sebagai pelaku maupun sebagai korbannya. Jumlah kasus tersebut dengan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari kepolisian.

“Namun, bisa saja untuk kasus yang diajukan dalam SPDP tidak berlanjut karena ada penyelesaian melalui restorative justice.”

Disebutkan, salah satu kasus yang menonjol adalah kasus persetubuhan terhadap seorang anak. Dimana seorang anak menjadi korban dari kakak iparnya. “Kasus ini sudah dinyatakan lengkap berkasnya.”

Terkait hal itu, Kajari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama- sama turut menjaga ketertiban. Apalagi sebentar lagi memasuki Pilkada serentak. “Terus jaga kamtibmas di Boyolali. Saling menjaga agar suasana kondusif terus terjaga. Jangan sampai ada gesekan karena beda pilihan.”

Seperti dicontohkan kasus gesekan antara anak yang berusia tanggung. “Kami melihat kejadian di Jumat (12/7/2024) malam hingga malam Sabtu (13/7/2024) dinihari. Ada konvoi sepeda motor dari sebuah organisasi. Mereka terus- menerus konvoi di Boyolali Kota sepanjang malam dan meresahkan masyarakat.”

Terkait penanganan terhadap anak- anak yang berhadapan degan hukum, Kajari mengungkapkan bahwa anak- anak tersebut bakal mendapatkan pembinaan dari Bapas. Ironisnya, banyak anak- anak yang sebenarnya hanya ikut- ikutan.

“Ada yang sebenarnya hanya ikut- ikutan teman saja,” ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya kembali menekankan agar tidak terjadi gesekan di masyarakat. “Bayangkan, mereka anal- anak muda bahkan, diantaranya masih anak- anak konvoi putar- putar kota dari pukul 01.00 – 04.00 dengan motor. Ini sangat mengganggu,  saya sendiri termasuk yang dirugikan. War- wer dengan motor terus- terusan,” pungkasnya.  Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.