Beranda Daerah Boyolali Meriahnya Ritual Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Pengging, Banyudono, Boyolali

Meriahnya Ritual Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Pengging, Banyudono, Boyolali

Warga tengah berebut apem dalam ritual Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Pengging, Banyudono, Boyolali | Foto: Waskita

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan warga berebut apem dalam ritual sebaran apem kukus keong bakal digelar di kawasan wisata Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali pada Jumat (23/9/2024) siang.

Dinamakan apem kukus keong mas karena apem dibungkus dengan janur atau daun kelapa muda.

“Total sebanyak 40.000 apem disebar dalam ritual tersebut,” ujar

Camat Banyudono, Dwi Hari Kuncoro disela acara.

Sebelum disebarkan, gunungan apem dikirab terlebih dahulu dari Kantor Kecamatan Banyudono hingga depan masjid Ciptomulyo. Peserta kirab selain dari Forkopimda,juga Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa), Harpi Melati, Pokdarwis dan masyarakat.

Kemudian satu gunungan apem disebarkan di  Alun-alun Pengging dan satunya di depan Masjid Ciptomulyo.

Apem yang disebarkan sebagian bantuan dari jajaran terkait serta sumbangan warga dari 15 desa se- wilayah Kecamatan Banyudono.

Ditambahkan, sebaran apem kukus keong mas berawal saat ada pagebluk. Petani tidak panen karena tanaman padi diserang hama keong mas. Lalu Raden Ngabehi Yosodipuro, pada zaman pemerintahan Pakubuwono II Keraton Surakarta memerintahkan agar keong emas itu diambil dan dimasak dengan cara dikukus dan dibalut dengan janur.

Baca Juga :  Boyolali Perkuat Benteng Moderasi Beragama Lewat Edukasi di Sekolah

“Setelah itu, hama keong mas hilang dan petani bisa panen.”

Sebaran apem mendapat sambutan meriah masyarakat. Mereka rela berdesakan untuk berebut apem. Ada yang menangkap dengan tangan kosong, ada yang menggunakan selendang dan ada pula yang menggunakan payung yang dibalik.

“Senang sekali bisa dapat 7 apem,” ujar Rianti (49), warga Pengging.

Senada, Atmo (61) mengaku mendapatkan 10 buah apem. Sebagian apem akan ditanam di sawah agar hasil panen melimpah. Sebagian lagi dimakan bersama keluarga.

“Ada yang ditanam di sawah sesuai kepercayaan sejak dulu. Tanaman padi dipercaya tumbuh subur, bebas hama dan panen bagus,” paparnya.  Waskita

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.