Beranda Umum Nasional Sebut Kebijakan Makan Gratis Program Tuhan, Ketua MUI: Mau Dilawan?

Sebut Kebijakan Makan Gratis Program Tuhan, Ketua MUI: Mau Dilawan?

Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, menunjukkan makanan gratis saat simulasi program makan siang gratis pada 29 Februari 2024. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyediakan 162 porsi dengan empat macam menu makanan sehat senilai Rp 15 ribu per porsi dalam simulasi program makan siang gratis tersebut | tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar mengatakan, program makan gratis merupakan perwujudan dari program Tuhan.

Anwar Iskandar yang merupakan Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) itu mengatakan, bahwa makan sebagai salah satu aspek penting negara ideal.

Makan, menurutnya bisa menjaga stabilitas di tengah masyarakat.

“Kata Al Quran makan penting. Cukup sandang, cukup pangan. Jadi kalau ada seorang presiden, seorang wakil presiden punya program beri makan rakyat itu program Allah Swt. Ya iya kan? mau dilawan? mau kita lawan? itu program tuhan itu,” kata Anwar di acara zikir kebangsaan HUT RI ke-79 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki kebijakan memberi makan gratis untuk warga. Belakangan, program makan siang gratis dipromosikan sebagai janji kampanye Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Prabowo, yang terpilih sebagai Presiden, bersama putra sulung Jokowi – Gibran Rakabuming Raka, menjadikan skema itu sebagai prioritas pemerintahannya.

Baca Juga :  Busyro Muqoddas: Pemerintahan Prabowo-Gibran Kian Kehilangan Arah

Anwar, bagaimanapun tidak secara spesifik dalam pidatonya menyebut bahwa yang dimaksud sebagai program tuhan adalah milik Prabowo.

Ketika memberi sambutan Anwar Iskandar menyebut dua hal lain yang membuat negara menjadi ideal. Pertama adalah negara yang bangsanya beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha kuasa dengan beribadah sesuai agamanya. Kedua, negara yang membuat masyarakatnya aman.

“Negaranya aman, kedaulatannya terjaga. Oleh karena itu butuh TNI yang kuat, butuh polisi yang profesional. Betul apa tidak? jadi menciptakan negara yang kuat, keamanannya kuat itu program Allah Swt. Panglima TNI dan Kapolri kan meneruskan saja,” kata Anwar.

Untuk diketahui, sebanyak 3.163 peserta mengikuti zikir dan Do’a Kebangsaan, termasuk Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan OASE organisasi untuk para istri menteri Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga :  Pakar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar Diteror Telepon Orang Tak Dikenal

Turut berpartisipasi Majelis Zikir, Ponpes Hubbul Wathon, para tokoh agama, para tokoh agama Kaltim, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, pimpinan Ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, ulama dan kiai dan santri.

www.tribunnews.com

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.