Beranda Umum Nasional Prabowo Wajibkan Pengusaha Simpan Devisa Hasil Ekspor di Bank Nasional. Jika Tidak,...

Prabowo Wajibkan Pengusaha Simpan Devisa Hasil Ekspor di Bank Nasional. Jika Tidak, Ini Sanksinya

Presiden Prabowo Subianto, memberikan pengarahan Presiden kepada Komandan Satuan TNI, di Istana Bogor, 7 Februari 2025 | tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Selama ini, hasil ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia banyak disimpan di bank luar negeri, sehingga merugikan negara, karena tidak bisa untuk menopang cadangan devisa nasional.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto mewajibkan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) SDA dalam bank nasional melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025.

 

Presiden menegaskan bahwa pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan baru tersebut akan dikenakan sanksi administratif berupa penangguhan pelayanan ekspor.

“Dalam pasal ini telah diatur pula penerapan sanksi administratif berupa penangguhan atas pelayanan ekspor bagi yang tidak melaksanakan peraturan pemerintah ini,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Baca Juga :  Prabowo: 2028 Semua TPA Bisa Overkapasitas, Pemerintah Siapkan Energi Listrik dari Sampah

 

PP Nomor 8 Tahun 2025 mengatur kewajiban penempatan DHE SDA dalam sistem keuangan Indonesia yang akan ditingkatkan menjadi 100 persen. Dana hasil ekspor tersebut wajib ditempatkan dalam rekening khusus DHE SDA di bank-bank nasional dengan jangka waktu 12 bulan sejak penempatan.

 

Prabowo menjelaskan, aturan itu akan berlaku untuk sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Namun, sektor minyak dan gas bumi dikecualikan dari kebijakan tersebut, tetap mengacu pada PP Nomor 26 Tahun 2023.

 

Pemerintah menargetkan kebijakan itu akan menambah devisa hasil ekspor Indonesia sebesar USD 80 miliar pada 2025. “Karena ini akan berlaku mulai 1 Maret, kalau lengkap 12 bulan hasilnya diperkirakan akan lebih USD 100 miliar,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo Gaspol Gentengisasi Nasional, Warga: Ekonomi Lagi Seret, Ganti Atap Bukan Perkara Mudah

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.