
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Menjelang Hari Raya Idul fitri 2025, para pedagang produk fashion di Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC) mengeluhkan lesunya penjualan. Kondisi ini dinilai memprihatinkan dan disamakan dengan situasi saat pandemi Covid-19.
Pemilik kios di PGS, Hendra menceritakan pengalamannya berjualan di PGS yang mengalami kelesuan sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini. Menurutnya, meski pandemi sudah lama berlalu namun penjualan di PGS belum terdongkrak.
โPGS sepi, Beteng (BTC) semuanya sepi. Sepinya luar biasa hampir sama dengan covid-19,โ bebernya, Senin (24/3/2025).
Menurutnya, penjualan baik secara online maupun offline tidak banyak berbeda. Penurunan penjualan bisa sampai 70-80 persen dibandingkan sebelum covid-19.
Hendra menuturkan, sedikit banyak penurunan penjualan dipengaruhi menjamurnya penjualan melalui marketplace atau online. Dimana rantai penjualan sekarang ini langsung dari produsen ke penjual.
โSedikit banyak cukup terpengaruh dari online juga seperti marketplace, harga yang murah-murah. Dan kadang pembeli masih mendapat potongan dari voucher marketplace, serta dapat free ongkos kirim juga. Jadi ini berimbas sekali ke kita di toko offline. Apalagi distributor atau produsen dan penjual pusat langsung jual melalui marketplace, jadi ibarat rantai penjualan dipotong, langsung dari produsen ke pembeli,โ ujarnya.
Hendra mengungkapkan bahwa dirinya hanya membuka toko offline tanpa menjual melalui online. Berdasarkan pengalamannya, ia harus kulakan (membeli untuk dijual kembali) secara seri per produk dan da batas minimal. Harga produk tersebut bisa berubah lebih murah hari berikutnya.
โSaya saja kalau kulakan harus serian, minimal 10-20 pcs misal dengan harga Rp45 ribu oer pc. Besoknya saya cek marketplace dijual barang yang sama persis dengan harga Rp40 ribu. Ambil satu pun harga sama, free ongkir. Ya seperti itu yang mematikan kita toko offline kecil,โ tuturnya.
Hal senada diungkapkan pedagang di BTC Solo, Tri Sulis. Menurutnya, penurunan penjualan terjadi sekitar 30-35 persen selama Ramadan 2025 untuk periode sama dibandingkan tahun lalu. Ia memperkirakan penurunan terjadi karena daya beli masyarakat yang turun.
โKalau saya tidak buka toko offline. Jadi main di online. Tapi offline atau online turun semua, seperti tahun lalu bisa dua kodi produk terjual oer harinya. Sekarang sehari hanya satu kodi atau maksimal 1,5 kodi. Kalau barang premium masih sama, yang turun yang produk menengah ke bawah,โ ungkapnya. Prihatsari