Beranda Daerah Solo Mojosongo dan Jebres Jadi Sebaran Kasus TBC Tertinggi di Solo, Anak-Anak Ada...

Mojosongo dan Jebres Jadi Sebaran Kasus TBC Tertinggi di Solo, Anak-Anak Ada 629 Kasus

peringatan hari Tuberkulosis Sedunia, di Pendapi Gede Balaikota Solo, Senin, (24/03/2025). Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM โ€” Kelurahan Mojosongo dan Jebres menjadi daerah dengan sebaran kasus TBC tertinggi di Kota Solo pada tahun 2024.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, 2 daerah tersebut menjadi sebaran kasus TBC tertinggi karena merupakan wilayah yang cukup luas di Kota Solo.

โ€œSehingga tentunya memang kasusnya jadi banyak juga. Karena wilayahnya luas dibandingkan dengan wilayah yang lain,โ€ ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, usai menghadiri peringatan hari Tuberkulosis Sedunia, di Pendapi Gede Balaikota Solo, Senin, (24/03/2025).

Selain itu ditambahkan, Retno ada faktor lain yang menjadi penyebab tingginya kasus sebaran TBC. Yaitu sudah resistencenya terhadap obat. Sehingga itulah yang harus diwaspadai.

โ€œTBC kalau sudah resistence obat, membutuhkan waktu pengobatan cukup lama. Jenis obatnya juga lebih banyak, makanya kebanyakan pasien itu bosen minum obat yang terlalu banyak. Sehingga ini menjadi tantangan kita semua. Kalau mereka tidak minum obat sehari dua hari, akan memperburuk akibat dibelakangnya akan resistence,โ€ jelasnya.

Baca Juga :  Meriah! Lomba Puasa Ceria UMS Dorong Anak-Anak TPA Cinta Dakwah

Dari data Dinas Kesehatan Kota Solo angka kematian akibat tuberkulosis di Kota Solo juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2020 ada 68 kasus kematian, 2021 ada 64 kasus kematian, 2022 ada 69 kasus kematian, lalu tahun 2023 ada 99 kasus kematian. Kemudian tahun 2024 meningkat ada 139 kasus kematian.

Meski demikian, pihak Dinas Kesehatan Kota Solo telah melakukan webinar dengan para kader untuk memperluas jangkauan terhadap kasus suspect TBC.

โ€œHarapannya dengan kader kita tingkatkan pengetahuannya. Sehingga mereka tahu tanda dan gejala awal dari penyakit TBC. Sehingga kalau mereka tahu penyakit seperti itu mereka bisa merujuk ke puskesmas, lebih awal diketahui lebih baik. Efek komplikasinya juga belum berat sehingga lebih mudah,โ€ terang Retno.

Dikatakan Retno untuk anak-anak sendiri pada tahun 2024 yang terkena TBC ada sekitar 629 kasus.

Baca Juga :  Malam Lailatul Qadar Jadi Waktu Terbaik untuk Meningkatkan Iman dan Amal Sholeh

โ€œLumayan tinggi, anak- anak itu tidak menularkan. Yang menularkan itu adalah orang dewasa. Sehingga harus kita cari orang-orang dewasa yang menularkan. Supaya anak-anak kita tidak tertular, karena anak-anak generasi penerus. Mereka harus kita siapkan bener-bener jadi generasi yang sehat,โ€ tandasnya. Ando