
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Apa jadinya jika para tokoh cerita menjelajah dunia tanpa benar-benar tahu apa yang mereka cari? Dalam Para Peziarah yang Aneh (Doce cuentos peregrinos), Gabriel Garcia Marquez mengajak pembaca menyusuri jejak dua belas kisah pendek yang menyimpan keanehan, keganjilan, dan nuansa magis yang khas dari sang maestro sastra Amerika Latin.
Diterjemahkan dari judul aslinya yang berarti “Dua Belas Cerita Pengelana”, kumpulan cerpen ini menampilkan karakter-karakter Amerika Latin yang terdampar di Eropa—bukan sebagai wisatawan glamor, melainkan sebagai orang asing yang membawa serta beban identitas, mimpi, dan keanehan masing-masing. Ada yang bertemu hantu dalam kamar hotel, ada yang mencari dokter gaib untuk menyembuhkan penyakit, ada pula yang bertahan hidup dalam kesunyian dan keterasingan yang nyaris mistis.
Gabriel Garcia Marquez menulis cerita-cerita ini seperti menulis mimpi yang tak selesai. Setiap cerpen membawa kita masuk ke dunia yang tampaknya biasa, namun perlahan retak oleh hal-hal tak masuk akal. Realitas dan fiksi menari bersama. Keanehan hadir tanpa perlu dijelaskan. Itulah kekuatan Marquez—ia tidak memaksa pembaca untuk memahami, tetapi justru membuat ketidakpahaman terasa wajar.
Dibandingkan karya besarnya Seratus Tahun Kesunyian, buku ini mungkin terasa lebih ringan dan ringkas. Namun di situlah pesonanya: dalam bentuk yang lebih pendek, Marquez tetap mampu menghadirkan keintiman, kedalaman, dan sentuhan magis. Ia membuktikan bahwa dongeng-dongeng modern bisa tampil dalam balutan kesederhanaan, tanpa kehilangan daya sengat.
Sebagai peraih Nobel Sastra, Marquez tak hanya piawai menyusun kata, tapi juga pandai menyisipkan kritik sosial, ironi, dan absurditas manusia modern. Di tengah cerita yang kadang ganjil, terselip rasa sepi yang sunyi, pencarian identitas, dan kehilangan yang tak bernama.
Para Peziarah yang Aneh adalah kumpulan cerpen yang menggoda sekaligus menantang. Ia mengajak kita untuk percaya pada yang tak masuk akal, menerima yang ganjil, dan mendengarkan suara-suara sunyi dari dunia yang kian absurd. Sebuah bacaan yang layak diselami, terutama bagi mereka yang ingin mengenal sisi lain Marquez: ringkas tapi tetap magis.
Di balik keanehan dan kesederhanaan bentuknya, di sinilah kelas seorang peraih Nobel Sastra terlihat begitu menonjol. Setiap kata yang terlontar dan kalimat yang terangkai senantiasa mengandung kedalaman dan wawasan. Bahkan informasi atau istilah yang terselip dalam kisah-kisah ini, jika ditelusuri lebih jauh, akan membuka cakrawala pemahaman yang lebih luas dan bersifat global. Di situlah letak kekuatan lain buku ini: tidak hanya menghadirkan keindahan narasi, tetapi menghibur sekaligus memperkaya pembaca dengan wawasan baru. [Hamdani MW]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














