JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Manuver politik Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang secara terbuka menyatakan keinginannya bergabung dengan Partai Gerindra, dinilai justru bisa menjadi bumerang bagi Presiden Prabowo Subianto.
Selain menimbulkan kegelisahan di internal Gerindra dan kalangan relawan Prabowo, langkah Budi Arie juga berpotensi menyeret citra presiden dalam pusaran kasus dugaan suap perlindungan situs judi online yang sempat menyeret namanya.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai langkah Budi Arie—yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis Presiden Joko Widodo—dapat memicu kecurigaan publik dan resistensi internal di tubuh Gerindra.
“Kalau berbicara saat ini tentu saja kehadiran Budi Arie malah menjadi bumerang bagi Pak Prabowo sendiri. Baik sebagai Presiden, sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, maupun sebagai patron dari relawan-relawannya,” ujar Efriza dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (5/11/2025).
Menurut Efriza, elite Gerindra bisa saja mempertanyakan perlakuan khusus Prabowo terhadap Budi Arie dan relawan Projo. Sementara di sisi lain, para relawan Prabowo yang telah berjuang sejak lama bisa merasa gerah jika tokoh yang selama ini menjadi simbol dukungan Jokowi justru merapat ke barisan mereka.
“Relawan-relawan Prabowo bisa merasa tidak nyaman. Mereka yang dulu bersaing dengan relawan Jokowi kini harus berada di barisan yang sama. Kehangatan yang tampak bisa jadi hanya dramaturgi semata,” jelasnya.
Lebih jauh, Efriza menilai citra Prabowo sebagai Presiden juga terancam tercoreng bila Budi Arie benar-benar diterima di Gerindra. Sebab, nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu sempat disebut dalam surat dakwaan kasus dugaan perlindungan situs judi online (judol) di Kementerian Kominfo, yang kini telah berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Persepsi masyarakat bisa tergiring bahwa Prabowo menjadi tempat berlindung bagi Budi Arie. Apalagi kasus judol ini masih hangat di ingatan publik,” kata Efriza.
Sebelumnya, dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu-Minggu (1–2/11/2025), Budi Arie secara blak-blakan menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia bahkan menyebut kemungkinan dirinya akan merapat ke Partai Gerindra untuk memperkuat agenda politik presiden.
“Dan karena itu kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik pimpinan Presiden,” ujar Budi Arie. “Jadi mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya.”
Meski telah membantah terlibat dalam kasus judol, manuver politik Budi Arie dinilai sarat risiko. Alih-alih memperkuat posisi politik Prabowo, langkah tersebut bisa memunculkan persepsi negatif dan memperlebar jarak antara basis relawan lama dan pendukung baru. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















