Beranda Daerah Wonogiri Sepanjang 2025 Wonogiri Dilanda Lebih 140 Bencana, Longsor Menggila Kerugian Tembus 3,3...

Sepanjang 2025 Wonogiri Dilanda Lebih 140 Bencana, Longsor Menggila Kerugian Tembus 3,3 M

Longsor
Pembersihan material longsor di Talok Kelurahan Pelem Jatisrono Wonogiri. Dok. Kodim 0728 Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabupaten Wonogiri mencatat tahun 2025 sebagai periode dengan tekanan bencana yang sangat tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri merilis data akumulasi kebencanaan periode 1 Januari hingga 30 November 2025, dengan total kejadian bencana mencapai lebih dari 140 peristiwa yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Dari rekapitulasi tersebut, tanah longsor menjadi bencana paling sering terjadi. BPBD mencatat sebanyak 78 kejadian tanah longsor sepanjang 2025. Jumlah ini menempatkan longsor sebagai ancaman utama, terutama di wilayah perbukitan yang rawan pergerakan tanah saat intensitas hujan tinggi.

Selain longsor, bencana angin kencang juga mendominasi dengan total 40 kejadian. Angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang, atap rumah rusak, serta gangguan pada fasilitas umum dan jaringan listrik di sejumlah wilayah.

Tak hanya dua jenis bencana tersebut, Wonogiri juga dilanda berbagai bencana lain dengan rincian:
✓ Erosi: 11 kejadian
✓ Kebakaran: 6 kejadian
✓ Banjir: 5 kejadian
✓ Tanah amblas dan pergerakan tanah: beberapa kejadian di titik rawan

Jika diakumulasi, seluruh kejadian tersebut membentuk angka total lebih dari 140 bencana dalam kurun waktu 11 bulan, menjadikan 2025 sebagai salah satu tahun dengan intensitas kebencanaan tertinggi di Wonogiri.

Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama dalam laman resmi Pemkab Wonogiri, menyampaikan bahwa sebaran dampak bencana tidak merata. Beberapa wilayah mencatat frekuensi kejadian yang jauh lebih tinggi dibanding kecamatan lain. Kecamatan Slogohimo menjadi daerah dengan dampak paling banyak, yakni 42 dampak kejadian, yang didominasi oleh angin kencang dan pohon tumbang.

Baca Juga :  Pengakuan BTM Muhammadiyah Baturetno Gegerkan Wonogiri, Nasabah Diminta Tunggu Setahun

Wilayah lain yang juga mencatat intensitas tinggi dan masuk kategori zona merah antara lain:
✓ Wonogiri Kota: 33 dampak kejadian
✓ Selogiri: 30 dampak kejadian
✓ Kismantoro: 26 dampak kejadian

Sementara Kecamatan Eromoko dan Girimarto berada di zona oranye dengan intensitas menengah, yakni 10 hingga 20 kejadian bencana sepanjang tahun.

Besarnya jumlah kejadian bencana berdampak langsung pada kerugian ekonomi. BPBD mencatat total kerugian materiil akibat bencana alam di Wonogiri sepanjang 2025 mencapai Rp3,315 miliar. Kerugian tersebut berasal dari kerusakan rumah warga, fasilitas publik, serta infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat.

Pada sektor permukiman, tercatat 125 rumah mengalami rusak ringan dan 8 rumah rusak sedang. Tidak ada laporan rumah rusak berat, namun kerusakan tersebut tetap memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi warga terdampak.

Kerusakan lebih signifikan justru terjadi pada aset publik dan fasilitas umum, dengan rincian:
✓ 5 unit mengalami rusak berat
✓ 23 unit rusak sedang
✓ 61 unit rusak ringan

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Selasa 16 Desember 2025 Ngegas! Antam Pegadaian Naik Tajam, UBS dan Retro Ikut Meroket

Dari sisi kemanusiaan, rangkaian bencana sepanjang 2025 juga menimbulkan korban. BPBD Wonogiri mencatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan akibat kejadian bencana di berbagai wilayah.

Melihat tingginya total kejadian, BPBD Wonogiri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan longsor dan daerah yang kerap terdampak angin kencang. Upaya mitigasi terus dilakukan melalui pemetaan daerah rawan, edukasi kebencanaan, serta perbaikan infrastruktur terdampak guna menekan risiko kejadian serupa ke depan.
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.