Beranda Daerah Wonogiri Tesi Meninggal Dunia, Sang Legenda Dengan Kelucuannya itu Pergi untuk Selamanya

Tesi Meninggal Dunia, Sang Legenda Dengan Kelucuannya itu Pergi untuk Selamanya

Rumah duka
Rumah duka Suwarno alias Pak Tesi. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dunia kuliner Jawa Tengah bagian tenggara benar-benar kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Suwarno, pengusaha kuliner legendaris yang akrab disapa Pak Tesi, meninggal dunia pada Sabtu (20/12/2025). Kabar duka ini cepat menyebar dan langsung memantik gelombang kesedihan dari para pelanggan setianya.

Pak Tesi mengembuskan napas terakhir di usia 67 tahun di RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri akibat sakit yang dideritanya. Jenazah almarhum dimakamkan di Astana Lemah Ireng, Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Dusun Lemah Ireng, desa setempat.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga anak, serta sejumlah cucu yang selama ini menjadi sumber kebahagiaan di masa tuanya.

Ikon Kuliner Wonogiri yang Tak Sekadar Jualan Makanan

Bagi masyarakat Wonogiri dan sekitarnya, nama Tesi bukan sekadar pemilik warung makan. Ia adalah ikon kuliner, sosok yang kehadirannya selalu dirindukan karena mampu memadukan rasa masakan, harga bersahabat, dan hiburan gratis lewat banyolan khasnya.

Pak Tesi dikenal memiliki dua warung makan di Wonogiri yang menyajikan aneka masakan Jawa rumahan. Jauh sebelum itu, almarhum juga pernah menekuni usaha mie ayam Wonogiri, yang kala itu sudah memiliki pelanggan setia dari berbagai kalangan.

Puluhan tahun bergelut di dunia kuliner membuat Pak Tesi dikenal lintas generasi. Pelanggannya datang dari berbagai profesi, mulai dari buruh, petani, ASN, pedagang, hingga anak muda. Yang membuatnya berbeda, almarhum selalu menyambut siapa pun dengan senyum lebar, celetukan lucu, dan sikap ramah tanpa jarak.

“Ke warung Pak Tesi itu bukan cuma cari makan, tapi cari suasana. Belum makan saja sudah ketawa duluan,” ujar Slamet, salah satu pelanggan setia, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Baca Juga :  Jangan Asal Pilih! Ini Cara Memilih Durian Bagus yang Matang Sempurna, Manfaatnya Bikin Kaget untuk Kesehatan

Tak Pernah Marah, Selalu Menghibur

Banyak pelanggan sepakat, selama bertahun-tahun berinteraksi, tak pernah sekalipun melihat Pak Tesi marah. Bahkan di saat warung ramai, pesanan menumpuk, atau pelanggan datang bersamaan, almarhum tetap santai sambil melontarkan guyonan spontan.

“Kalau lagi capek, makan di warung Pak Tesi rasanya langsung adem. Beliau itu orangnya ceria banget, omongannya lucu, bikin hati ringan,” ungkap Sri Wahyuni, pelanggan lain yang mengaku hampir tiap pekan makan di warung almarhum.

Bagi sebagian pelanggan, kepergian Pak Tesi terasa seperti kehilangan anggota keluarga sendiri. Tidak sedikit yang mengaku terpukul karena sosok seperti Pak Tesi kini semakin langka di dunia kuliner.

Menu Unik yang Jadi Ciri Khas

Selain kepribadiannya, menu masakan Pak Tesi juga menjadi alasan kuat mengapa warungnya selalu ramai. Mengutip berbagai sumber dan arsip pemberitaan JOGLOSEMARNEWS.COM , almarhum dikenal konsisten menyajikan masakan Jawa autentik dengan cita rasa rumahan yang kuat.

Tak hanya sayur dan lauk standar, Pak Tesi juga berani menyajikan menu-menu tak biasa yang jarang ditemui di warung lain. Salah satunya adalah olahan jambu mete, seperti oseng jambu mete dan rempah jambu mete, yang menjadi favorit pelanggan karena rasanya unik dan sulit dicari di tempat lain.

“Hanya di warung Pak Tesi saya bisa nemu oseng jambu mete seenak itu. Rasanya khas, bumbunya nendang, dan harganya tetap ramah,” kata Bambang, pelanggan yang sudah lebih dari 15 tahun mengenal almarhum.

Baca Juga :  Tebing Longsor Hantam Rumah Warga Pule Wonogiri, Dapur Ambruk Kerugian Tembus Puluhan Juta

Harga yang bersahabat menjadi nilai tambah lain. Di tengah naik-turunnya harga bahan pokok, Pak Tesi tetap berusaha menjaga agar makanannya bisa dinikmati semua kalangan.

Warisan yang Tak Akan Terlupakan

Kepergian Pak Tesi meninggalkan jejak mendalam di hati masyarakat Wonogiri. Ia bukan hanya menjual makanan, tetapi juga menghadirkan kehangatan, tawa, dan rasa kebersamaan yang kini menjadi kenangan.

Bagi banyak orang, warung Pak Tesi adalah tempat melepas penat, tempat berbagi cerita, sekaligus saksi perjalanan hidup selama puluhan tahun.

“Pak Tesi itu legenda. Orangnya sederhana, tapi dampaknya besar buat kami. Wonogiri kehilangan sosok luar biasa,” tutup Slamet dengan nada haru.

Selamat jalan, Pak Tesi. Guyonanmu, senyummu, dan masakan khasmu akan selalu hidup dalam ingatan pelanggan setiamu. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.