WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus meninggalnya MMA (12), seorang santri di Pondok Pesantren alias Ponpes Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, menyita perhatian publik. Remaja asal Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar itu diduga meregang nyawa setelah mengalami kekerasan fisik disinyalir oleh sesama santri.
Peristiwa memilukan tersebut kini dalam penanganan serius Polres Wonogiri. Aparat kepolisian bergerak melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, termasuk dugaan adanya pemukulan dan praktik perundungan yang telah berlangsung sebelumnya.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa MMA diduga mengalami pemukulan oleh sejumlah santri lain. Tidak hanya itu, korban juga disebut-sebut sebelumnya telah menjadi sasaran bullying. Salah satu keterangan yang beredar menyebutkan korban sempat susah untuk disuruh mandi.
Sempat Dirawat, Nyawa Korban Tak Tertolong
MMA yang masih duduk di bangku kelas VII SMP sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).
Kematian santri belia ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis asrama yang belakangan kerap mencuat ke publik.
Hingga saat ini, Polres Wonogiri telah memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi kejadian, peran masing-masing pihak, serta memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kasus ini.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya guna memastikan penyebab kematian korban secara terang dan objektif.
Pengasuh Ponpes Akui Ada Santri Meninggal
Pengasuh Ponpes Santri Manjung, Bripka Eko Julianto, atau yang akrab disapa Abah Eko membenarkan adanya peristiwa meninggalnya salah satu santri di lingkungan pondok pesantren tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus ini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pihak ponpes juga disebut telah melakukan takziah serta bertemu langsung dengan keluarga korban setelah MMA meninggal dunia.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas kepolisian wilayah Jateng Tenggara terkait hasil penyelidikan awal maupun penetapan status hukum dalam perkara ini. Publik pun menantikan kejelasan dan transparansi penanganan kasus yang menyangkut keselamatan anak di lingkungan pendidikan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat keras pentingnya pengawasan ketat di lembaga pendidikan berasrama, serta perlindungan maksimal terhadap anak dari segala bentuk kekerasan fisik maupun psikis. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















