
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Usai viral mandi lumpur di tengah jalan raya, aksi Narso Kades Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah langsung mendapat respon dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menerima laporan dan melihat video viral yang telah beredar di medsos.
Pada JOGLOSEMARNEWS.COM Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo menangapi aksi Kades Ngepringan mandi air lumpur. Pihaknya membenarkan bahwa ruas jalan Bago–Mlale sepanjang 3,83 kilometer tersebut sebenarnya sudah masuk rencana rekonstruksi tahun 2025 dengan anggaran Rp1 miliar.
“Waktu itu kami sudah persiapan lelang melalui APBD Murni 2025, rencananya akan dicor beton. Tapi akhirnya terkena refocusing sehingga dibatalkan (cancel),” kata Bowo pada Rabu (21/1/2026).
Tidak hanya itu, Bowo juga menjelaskan bahwa dari total panjang jalan tersebut, baru sekitar 1,43 kilometer yang telah dicor pada tahun 2018. Sisanya hingga kini masih berupa jalan bebatuan yang hancur.
Sadar akan urgensi akses pendidikan dan ekonomi yang lumpuh, DPU Sragen menjanjikan langkah darurat. Karena anggaran pemeliharaan jalan se-Kabupaten Sragen tahun 2026 hanya berkisar Rp 11 miliar, angka yang tergolong kecil untuk mencakup seluruh kerusakan. Pihaknya hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin.
”Untuk penanganan sementara, kami jadwalkan pemeliharaan rutin dengan urukan sirtu (pasir batu). Rencananya paling cepat hari Jumat ini tim akan bergerak,” jelas Bowo.
Terkait pembangunan permanen (cor beton), DPU berjanji akan kembali mengusulkan proyek tersebut pada sumber anggaran APBD berikutnya atau melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.












