SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menelan korban jiwa. Dua orang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di kawasan Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sabtu (24/1/2026).
Kedua korban diketahui merupakan seorang kakek dan cucunya yang tengah berboncengan sepeda motor saat kejadian. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro membenarkan peristiwa tersebut. “Pohon tumbang di Karangmalang menimpa pengendara motor. Korbannya ada 2 orang. Jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Bambang.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Slamet (66) dan Ahmad Baiquni (7), warga Samarinda, Balikpapan. Keduanya tertimpa batang pohon berukuran besar saat melintas di Jalan Lembah UGM.
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, pohon tumbang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ps Panit 1 Pamat Polda DIY Aipda Andi Wiratno menyebut angin kencang menjadi pemicu utama tumbangnya pohon tersebut.
“Korban ini berboncengan, kebetulan antara bapak (simbah) dan anak (cucu),” ujar Andi.
Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter itu tumbang melintang dan menutup seluruh badan jalan. Batang pohon juga mengenai trafo listrik di sisi seberang jalan, menyebabkan akses lalu lintas sempat ditutup dan pengendara dialihkan ke jalur lain.
Sejumlah petugas gabungan dari BPBD, Kepolisian, SAR, relawan, serta pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi. Selain merenggut korban jiwa, pohon tumbang juga merusak teras, gazebo, dan pagar pembatas di lingkungan kampus UGM.
BPBD Sleman mencatat, hingga Sabtu siang pukul 12.00 WIB, angin kencang telah menyebabkan 41 kejadian pohon tumbang di berbagai wilayah Sleman, meliputi Kecamatan Cangkringan, Pakem, Depok, Ngemplak, Sleman, Turi, hingga Tempel.
Sebagian besar pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan melintang di jalan, sementara beberapa lainnya merusak rumah warga. Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Haris Martapa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang masih berpotensi terjadi.
“Mohon masyarakat tetap hati-hati, dan waspada dalam beraktifitas terutama di daerah-daerah yang banyak pepohonan besar,” kata Haris. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















