
SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kehidupan mahasiswa di kawasan Maguwoharjo, Depok, Sleman, kian berwarna dengan hadirnya sebuah ruang baru yang memadukan perawatan diri dan gaya hidup kampus. Barbershop Mas Joe – Haircut & Treatment resmi beroperasi pada Senin (19/1/2026) di Jl. Paingan 42 Krodan, menyasar segmen mahasiswa, akademisi muda, dan komunitas urban di sekitar kampus.
Barbershop yang buka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB ini tidak sekadar menawarkan jasa potong rambut. Dengan mengusung tagline “Rapi Tanpa Tapi”, Mas Joe hadir membawa gagasan bahwa kerapian merupakan bagian dari sikap hidup—tentang kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi ruang akademik maupun sosial.
Peresmian Barbershop Mas Joe dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada, Dr. Arie Sujito. Dalam sambutannya, Arie menilai usaha kreatif yang tumbuh di sekitar kampus memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kemandirian generasi muda.
“Bikin yang keren. Yang membuka lapangan kerja dan memberi nilai tambah,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Menurut Arie, ruang-ruang seperti barbershop bukan hanya aktivitas ekonomi semata, tetapi juga bagian dari kultur kampus yang menumbuhkan etos profesional dan keberanian berwirausaha di kalangan anak muda terdidik.
Pengelola Barbershop Mas Joe, Joko Utomo, menyampaikan bahwa sejak awal konsep barbershop ini dirancang agar menyatu dengan ritme keseharian mahasiswa. Ia ingin Mas Joe menjadi tempat singgah yang relevan dengan agenda akademik maupun sosial.
“Kami ingin barbershop ini jadi bagian dari ritme hidup anak kampus. Tempat singgah sebelum kuliah, sebelum presentasi, sebelum sidang, atau sekadar merapikan diri,” ujarnya.
Konsep ruang Mas Joe dibuat sederhana namun tertata rapi. Suasana bersih, pencahayaan nyaman, musik ringan, serta area tunggu yang bersahabat menjadikan barbershop ini terasa sebagai ruang jeda di tengah padatnya aktivitas kampus. Tidak kaku, tetapi juga tidak kehilangan kesan profesional.
Dari sisi layanan, Mas Joe menawarkan potong rambut dan perawatan dengan standar yang disesuaikan karakter mahasiswa dan akademisi muda. Para capster mengikuti perkembangan tren rambut anak kampus—mulai dari gaya klasik yang formal hingga potongan modern yang tetap sopan dan fungsional.
Proses pelayanan pun dibangun secara dialogis. Pelanggan diajak berdiskusi mengenai gaya rambut yang diinginkan, menyesuaikan bentuk wajah dan kebutuhan aktivitas. Pendekatan ini membuat pelanggan merasa dilibatkan, bukan sekadar objek layanan.
Menariknya, barbershop ini juga menempatkan profesi barber sebagai bagian dari industri kreatif yang serius. Para capster didorong untuk terus belajar, mengikuti tren, dan meningkatkan keterampilan, sehingga profesi ini dipandang sebagai pekerjaan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika Maguwoharjo sebagai kawasan kampus dan hunian mahasiswa, kehadiran Barbershop Mas Joe terasa menyatu dengan konteks lingkungan. Ia menjadi simpul kecil gaya hidup anak kampus—tempat merawat penampilan, membangun rasa percaya diri, dan menegaskan identitas generasi muda yang rapi tanpa kehilangan karakter.
Dengan konsep yang jelas, jam operasional panjang, serta komitmen pada kualitas layanan, Barbershop Mas Joe menandai langkah awalnya sebagai bagian dari lanskap gaya hidup kampus di Sleman. Di ruang sederhana itu, kerapian bukan lagi sekadar urusan rambut, melainkan bagian dari cara menjalani hidup. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













