YOGYA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aduan masyarakat soal kerusakan ruas Jalan Panggang–Wonosari di Kabupaten Gunungkidul langsung mendapat respons dari DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tak menunggu lama, Komisi C DPRD DIY turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga.
Kunjungan dilakukan ke Kantor Kapanewon Panggang pada Selasa (27/1/2026), dengan melibatkan jajaran pemerintah kapanewon setempat serta instansi teknis terkait. Fokus perhatian diarahkan pada ruas jalan di wilayah Giriwaru–Giriwungu yang dinilai mengalami kerusakan cukup serius.
Sekretaris Komisi C DPRD DIY, H Koeswanto, menyebut laporan masyarakat telah diterima secara resmi sehingga perlu ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.
“Aduan ini sudah kami terima secara formal, sehingga kami tindak lanjuti dengan turun langsung ke lapangan bersama instansi teknis. Permasalahan jalan, genangan air, hingga pergerakan tanah ini memang membutuhkan perhatian khusus dan kemungkinan kajian lanjutan, termasuk melibatkan Dinas Perhubungan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, penanganan kerusakan jalan tidak bisa dilepaskan dari persoalan teknis lain, seperti drainase dan kondisi tanah, sehingga memerlukan pembahasan lintas sektor.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY, Timbul Suryanto, mengakui keterbatasan anggaran pada tahun 2026 menjadi kendala utama untuk melakukan peningkatan jalan secara menyeluruh. Meski demikian, DPRD memastikan langkah awal tetap dilakukan.
“Dengan keterbatasan anggaran tahun 2026, peningkatan jalan secara total memang belum memungkinkan. Namun kami pastikan pemeliharaan akan segera dilakukan dan kami dorong agar peningkatan jalan dapat dianggarkan pada tahun 2027 atau 2028,” tegasnya.
Anggota Komisi C lainnya, Dr H Aslam Ridlo, menambahkan bahwa kewenangan Komisi C mencakup seluruh infrastruktur provinsi, termasuk jalan dan sumber daya air. Karena itu, pengelolaan anggaran harus benar-benar berbasis prioritas.
“Anggaran pemeliharaan jalan di APBD DIY tahun 2026 sekitar Rp30 miliar, sehingga pemerintah harus benar-benar menentukan skala prioritas. Jika kewenangan berada di luar provinsi, tentu perlu sinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Dari sisi perencanaan wilayah, Lilik Syaiful Ahmad menilai Panggang memiliki posisi strategis karena berada di kawasan Pantai Selatan. Ia mendorong agar pembangunan infrastruktur tidak bersifat parsial.
“Panggang memiliki posisi strategis di kawasan Pantai Selatan. Kami mendorong Pemerintah Kapanewon untuk menyusun masterplan wilayah dengan memanfaatkan Dana Keistimewaan (DAIS), serta mengoptimalkan potensi investasi agar pembangunan dapat berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, One Sigit Hermanto, memaparkan kondisi terkini ruas Jalan Panggang–Wonosari. Menurutnya, sebagian jalan memang sudah lama belum mendapat penanganan besar.
“Ruas Jalan Panggang–Wonosari ini sudah cukup lama belum mendapatkan penanganan besar. Oleh karena itu, saat ini kami memprioritaskan pemeliharaan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia menyebut tingkat kemantapan jalan di ruas tersebut saat ini sekitar 65 persen dalam kondisi baik, sementara 35 persen lainnya masuk kategori rusak dan membutuhkan penanganan bertahap. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















