
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM — BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah mendorong pelaku UMKM ekspor potensi produknya ke sejumlah negara. Upaya tersebut dilakukan lewat program Jawara Go Global.
Pelepasan perdana digelar Selasa (27/1/2026), dengan memberangkatkan produk ekspor dari empat pengusaha di Jawa Tengah. Total nilai barang diekspor kali ini tembus Rp10 Miliar.
Seremoni pelepasan ekspor digelar di halaman pabrik PT Suwastama Tumbuemas Sejahtera, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Acara ditandai dengan pemotongan pita bersama perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, pengurus Hipmi Jawa Tengah, serta para pelaku UMKM.
Ketua Perindustrian Bidang IV BPD Hipmi Jawa Tengah, Erick Wijaya mengatakan empat UMKM yang mengirimkan produknya ke pasar internasional yakni PT Suwastama Tumbuemas Sejahtera, CV Aldona Furniture Jepara, PT Innares Sukses Abadi (Pekalongan), dan PT Goldenindo Jaya Utama (Brebes).
“Ekspor perdana hari ini berupa satu kontainer 40 feet produk ke Inggris. Selanjutnya akan menyusul ekspor ke Amerika Serikat, Tiongkok, Malaysia, dan Tailan,” bebernya.
Erick menambahkan, keberhasilan ekspor ini merupakan tindak lanjut dari pameran internasional diikuti 20 pelaku UMKM Jawa Tengah di Malaysia dan Tailan Desember 2025 lalu. Beragam produk ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari furniture, fashion, makanan olahan, handicraft, hingga bahan baku seperti bulu bebek dan hasil laut.
“Seluruh produk yang diberangkatkan telah melalui proses kurasi ketat dengan 12 indikator penilaian, di antaranya perizinan dan sertifikasi, kualitas produk, kapasitas produksi, hingga layanan purna jual. Proses kurasi dilakukan di beberapa daerah, seperti Kudus, Tegal, dan Solo, sebelum produk dimasukkan ke dalam e-katalog untuk ditawarkan kepada calon pembeli luar negeri,” urai Erick.
Sementara itu, Kasubbag Umpeg Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Sigit Hendraryadi, mengapresiasi langkah Hipmi Jawa Tengah dalam mendorong UMKM menembus pasar global. Menurutnya, ekspor UMKM akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah jika dilakukan secara berkelanjutan.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas pasar luar negeri,” pungkasnya. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














