Beranda Umum Nasional IHSG Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Putuskan Mundur

IHSG Bergejolak, Dirut BEI Iman Rachman Putuskan Mundur

Direktur Utama BEI, Iman Rachman | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinamika tajam di pasar modal Indonesia berujung pada keputusan besar di tubuh Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama BEI, Iman Rachman, secara resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026), menyusul gejolak perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Iman di hadapan awak media di Gedung BEI. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil atas kesadaran pribadi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas situasi yang terjadi di pasar.

“Saya mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita menjadi lebih baik,” ucapnya.

Iman menegaskan bahwa keputusannya bukan sekadar langkah administratif, melainkan refleksi dari tanggung jawab moral sebagai pimpinan tertinggi di lembaga pengelola bursa.

“Saya percaya ini bentuk tanggung jawab saya selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Kinerja Dinilai Minim, Meutya Hafid Dikabarkan Bakal Digantikan Angga, Orang Dekat Prabowo

Ia juga menyampaikan harapan agar kondisi IHSG segera pulih dan menunjukkan tren positif dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan IHSG kita yang dibuka membaik pagi ini akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iman tidak membuka sesi tanya jawab. Ia hanya hadir untuk menyampaikan pernyataan pengunduran diri secara singkat sebelum meninggalkan ruangan. Iman diketahui menjabat sebagai Direktur Utama BEI sejak 2022 dan sejatinya akan mengakhiri masa jabatannya pada 2026.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan setelah IHSG terkoreksi hingga 8 persen pada Kamis (29/1/2026), yang memaksa otoritas bursa menerapkan penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Kondisi serupa juga terjadi pada hari sebelumnya.

Tekanan terhadap IHSG dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara penyesuaian bobot saham-saham unggulan Indonesia dalam indeks global mereka. Langkah tersebut diambil seiring peninjauan ulang aturan terkait kepemilikan saham publik (free float) di pasar modal Indonesia.

Baca Juga :  Mahasiswa Tewas dalam Tawuran Subuh di Bekasi, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Gejolak ini menjadi salah satu tantangan besar bagi pasar modal nasional dan menempatkan kepemimpinan BEI di bawah sorotan tajam publik dan pelaku pasar. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.