
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Infrastruktur kembali menjadi primadona dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri. Dari rangkaian Musrenbangdes yang telah digelar di sejumlah desa, mayoritas peserta masih menempatkan pembangunan fisik sebagai kebutuhan paling mendesak.
Musrenbangdes dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2027 sejauh ini telah berlangsung di tiga desa, yakni Desa Purwoharjo, Desa Karangtengah, dan Desa Temboro. Sementara dua desa lainnya, Desa Ngambarsari dan Desa Jeblogan, dijadwalkan menyusul pada pekan terakhir Januari 2026, tepatnya tanggal 26 dan 28 Januari.
Hasil pemantauan Tim Musrenbangdes Kecamatan Karangtengah yang dipimpin langsung oleh Camat Karangtengah menunjukkan pola yang konsisten: usulan masyarakat masih didominasi sektor infrastruktur dasar. Kebutuhan akan akses jalan, air bersih, serta fasilitas publik yang layak menjadi perhatian utama warga.
Adapun lima usulan prioritas teratas yang paling banyak diajukan meliputi:
✓ Pembangunan rabat beton
✓ Rehabilitasi jembatan
✓ Penyediaan sarana air bersih
✓ Rehabilitasi bangunan gedung
✓ Pembangunan talud jalan
Camat Karangtengah, Lilik Hendratno, menegaskan bahwa seluruh proses Musrenbangdes tahun ini mengacu pada Surat Edaran Bupati Wonogiri Nomor: B/023/000.7/1/2026 tentang arah kebijakan dan prioritas pembangunan serta pedoman penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2026.
Menurutnya, setiap usulan dari masyarakat tidak hanya dicatat, tetapi juga diselaraskan dengan tema pembangunan Kabupaten Wonogiri Tahun 2027, yakni pengembangan sumber daya manusia unggul yang ditopang oleh penataan kelembagaan pemerintah daerah serta sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Semua usulan yang masuk kami pastikan tetap sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Infrastruktur memang masih mendominasi, namun tetap harus mendukung penguatan SDM, ekonomi, dan sektor produktif lainnya,” jelas Lilik Hendratno.
Lima usulan prioritas yang telah disepakati dalam Musrenbangdes kemudian dituangkan dalam berita acara resmi. Tahap berikutnya adalah penyusunan proposal oleh aparatur pemerintah desa sebagai syarat penginputan ke dalam portal Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Setelah terinput, usulan akan diverifikasi oleh Verifikator Kecamatan sebelum diteruskan ke mitra BAPPERIDA Kabupaten Wonogiri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai bidang masing-masing.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah Kabupaten Wonogiri saat ini menghadapi pengurangan Dana Transfer Keuangan Daerah dari Pemerintah Pusat karena adanya penyesuaian untuk mendukung Program Prioritas Pemerintah dan Program Strategis Nasional.
Kondisi ini mendorong pemerintah desa untuk tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga lebih aktif mencari sumber pendanaan alternatif. Pemerintah desa dianjurkan mengajukan proposal ke kementerian, lembaga pusat, hingga memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan sebagai opsi pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan dominasi usulan infrastruktur dalam Musrenbangdes 2026 Kecamatan Karangtengah, arah pembangunan desa ke depan diproyeksikan tetap fokus pada perbaikan akses dasar, konektivitas wilayah, serta fasilitas publik penunjang aktivitas ekonomi dan sosial warga. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














