Beranda Umum Nasional Kunjungan Gibran ke Yahukimo Gagal, Aktivis HAM Sebut Papua Masih Tak Aman

Kunjungan Gibran ke Yahukimo Gagal, Aktivis HAM Sebut Papua Masih Tak Aman

Wapres Gibran Rakabuming RakaAndo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, harus berakhir dengan keputusan balik kanan. Pembatalan agenda tersebut dinilai menjadi cerminan bahwa situasi keamanan di wilayah Papua masih jauh dari kata kondusif.

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menyebut keputusan itu tidak lepas dari ancaman kelompok bersenjata. Ia menduga kuat batalnya kunjungan Gibran berkaitan dengan aksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang disebut-sebut melakukan penembakan terhadap pesawat militer.

“TPNPB melakukan penembakan terhadap pesawat Hercules. Sehingga Gibran kembali ke Jakarta dengan alasan, karena ada perintah balik,” ujar Theo dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).

Theo menilai aparat intelijen pemerintah Indonesia gagal membaca situasi lapangan. Menurutnya, wilayah Yahukimo sudah lama dikenal sebagai daerah rawan konflik bersenjata antara kelompok TPNPB dan aparat negara.

Ia juga melontarkan kritik terhadap substansi agenda kunjungan Wakil Presiden ke Papua. Theo berpandangan, kunjungan tersebut tidak menyentuh akar persoalan konflik, melainkan lebih berfokus pada agenda pembangunan fisik semata.

Baca Juga :  Bangunan Bersejarah di Siak Runtuh Saat Kunjungan Sekolah, 16 Orang Jadi Korban

Baginya, pembangunan infrastruktur tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua selama konflik bersenjata terus berlangsung. Ia menyebut kunjungan semacam ini kerap bersifat simbolik dan seremonial belaka.

Karena ada pengalaman pengusaha dan pekerja dibunuh dan dieksekusi oleh TPNPB. Saya percaya bahwa pengalaman-pengalaman ini tidak pernah dievaluasi oleh pemerintah pusat hingga sampai ke daerah,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Gibran Rakabuming Raka membatalkan kunjungan ke Yahukimo pada Rabu (14/1/2026). Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyatakan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan faktor keamanan.

Berdasarkan pertimbangan keamanan menyarankan kepada Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Mayjen TNI Amrin Ibrahim dalam keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, Papua, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, hasil deteksi intelijen menunjukkan adanya aktivitas kelompok tertentu yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, kunjungan ke Yahukimo dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja Gibran di Tanah Papua, setelah meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 serta Pasar Ikan di Kabupaten Biak Numfor pada Selasa (13/1/2026).

Baca Juga :  Kurator Kebut Lelang Aset Sritex, Pesangon Tunggu Dana Masuk

Sekretariat Wakil Presiden menegaskan, kunjungan kerja ke Papua merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.