JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah bersiap menerapkan kebijakan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia mulai tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan disparitas harga, khususnya antara wilayah barat dan kawasan timur Indonesia yang selama ini kerap menanggung harga beras lebih mahal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa skema tersebut membutuhkan dukungan biaya logistik yang akan ditanggung negara. Meski demikian, pemerintah belum menetapkan harga final yang akan berlaku secara nasional.
“Kami akan usahakan di tahun 2026 ini beras satu harga di manapun berada, jangan sampai misalnya Indonesia timur membayar lebih mahal,” kata Zulkifli Hasan dalam rapat di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Dalam kebijakan ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) tetap diberi ruang untuk memperoleh keuntungan. Namun saat ini, Bulog belum mengambil margin keuntungan dalam penjualan beras ke masyarakat.
Zulkifli menjelaskan, nantinya beras satu harga akan dibagi dalam beberapa kategori. Beras medium direncanakan dijual dengan harga Rp 13.500 per kilogram, sementara beras premium Rp 14.900 per kilogram. Adapun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang mendapat subsidi pemerintah akan dilepas ke pasar dengan kisaran harga Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kilogram.
Ia menambahkan, margin keuntungan Bulog dalam skema beras satu harga ditetapkan sebesar 7 persen. Keuntungan tersebut, menurutnya, diperlukan untuk menjaga kesinambungan distribusi dan memastikan harga beras tetap sama di seluruh daerah.
“Itu utamanya untuk menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia,” ujar Zulkifli.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga menargetkan penyerapan beras hingga 4 juta ton setiap tahun. Target serapan serupa juga dipatok Bulog pada 2026 guna memperkuat cadangan nasional.
Data Bulog per 8 Januari 2026 mencatat cadangan beras pemerintah mencapai 3.351.900 ton. Stok tersebut sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan domestik menjelang Idul Fitri. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton serta rencana ekspor beras sebesar 1 juta ton. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















