MAKASSAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026), tak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan lokasi kegiatan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan hadir pada Jumat (30/1/2026).
Sekitar 15 orang demonstran yang mengatasnamakan diri Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) menggelar aksi di depan Hotel Claro Makassar. Mereka membakar ban bekas di tengah jalan dan membentangkan spanduk berisi tuntutan agar sejumlah persoalan nasional diusut tuntas.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan tuntutan terkait dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung di Sulawesi Selatan, dugaan keterlibatan Jokowi dalam kasus impor minyak, serta desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Jokowi terkait dugaan korupsi kuota haji.
Jenderal Lapangan Aliansi Keramat, Fahrul, menegaskan bahwa penolakan terhadap kehadiran Jokowi didasarkan pada kritik terhadap kebijakan selama dua periode kepemimpinannya.
“Selama Jokowi hadir di Sulsel selama itulah kawan-kawan menolak Joko Widodo untuk hadir di Sulsel, kenapa demikian? karena banyaknya dosa-dosa Joko Widodo terkait dengan kebijakan yang tidak pernah pro dengan rakyat,” ujar Fahrul di sela aksi.
Menurut Fahrul, sejumlah kebijakan Jokowi dinilai meninggalkan persoalan serius bagi masyarakat, termasuk kebijakan Omnibus Law atau Cipta Kerja yang dianggap merugikan rakyat kecil.
“Sehingga kami dengan tegas akan menolak kedatangan Jokowi karena berbagai kebijakan yang hadir hari ini yang dibuat oleh Jokowi, dosanya ditanggung oleh rakyat,” tegasnya.
Selain mengkritik Jokowi, massa aksi juga menyoroti kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Mereka menilai kondisi hutan di Sulawesi dan sejumlah wilayah lain di Indonesia terus memburuk akibat aktivitas pertambangan dan pembalakan liar.
“Kondisi hutan di Sulsel bahkan di Sulawesi tidak baik-baik saja, itu akibat banyaknya aktivitas pertambangan,” kata Fahrul melalui pengeras suara.
Ia bahkan mendesak agar Raja Juli Antoni dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menjaga kawasan hutan. Fahrul menyinggung kerusakan hutan di sejumlah daerah, mulai dari Bantimurung, Kabupaten Maros, pembakaran hutan di Kabupaten Pangkep, hingga konflik perampasan kawasan hutan di Kajang, Bulukumba.
“Permasalahan yang terjadi di Sumatra tidak terlepas dari rusaknya hutan akibat adanya pembalakan liar dan bentuk tanggung jawab dari Menteri Kehutanan,” lanjutnya.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dalam pengawalan ketat aparat kepolisian. Polisi berjaga di sekitar lokasi Rakernas untuk memastikan kegiatan tetap berjalan dan mencegah massa memasuki area hotel. Meski sempat mengganggu arus lalu lintas, aksi berjalan relatif kondusif tanpa bentrokan.
Fahrul menegaskan, aksi yang mereka lakukan bukan bertujuan mengganggu agenda partai, melainkan menyampaikan tuntutan agar persoalan-persoalan yang mereka soroti mendapat perhatian serius.
Ia juga mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspons.
“Aksi kedua ini tak berhenti dan akan kembali besok untuk melakukan aksi unjuk rasa dan mempertegas bahwa selama Menteri Kehutanan tidak menemui teman-teman massa aksi, maka akan terus melakukan aksi unjuk rasa,” tandasnya.
Sementara itu, agenda Rakernas PSI tetap berlangsung sesuai jadwal. Kepastian kehadiran Jokowi di Makassar disampaikan langsung oleh Ketua DPP PSI, Kaesang Pangarep.
“Insyaallah besok datang,” ujar Kaesang saat membuka Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PSI maupun Jokowi terkait tuntutan dan aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















