WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wonogiri kembali diguncang bencana cuaca ekstrem. Angin kencang yang menerjang Dusun Jepurun RT 03/10, Kelurahan Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, Minggu (15/2/2026) siang sekitar pukul 13.50 WIB, merobohkan satu unit rumah warga hingga rata dengan tanah. Peristiwa terjadi begitu cepat, membuat penghuni rumah tak sempat menyelamatkan barang-barang maupun diri mereka secara maksimal.
Rumah milik Irawan Eko Sulistyono luluh lantak setelah dihantam terjangan angin yang datang disertai suara gemuruh. Atap beterbangan, rangka kayu patah, genteng berhamburan, dan dinding bangunan ambruk menimpa bagian dalam rumah. Beberapa anggota keluarga yang berada di dalam sempat tertimpa material bangunan sebelum akhirnya dievakuasi warga sekitar.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 35 juta. Selain kerusakan bangunan yang nyaris total, sejumlah perabot rumah tangga ikut hancur tertimpa reruntuhan. Beberapa anggota keluarga mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di RS Maguan Pracimantoro.
Sehari setelah kejadian, aparat gabungan bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana. Personel dari Polsek Giritontro, Koramil 09 Giritontro, BPBD Wonogiri, serta relawan Desa Pucanganom diterjunkan langsung ke lokasi pada Senin (16/2/2026) pagi. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dipimpin Kapolsek Giritontro AKP Surono.
Sekitar 20 personel gabungan terlibat dalam pembersihan puing-puing bangunan yang berserakan. Kayu penyangga yang patah, genteng pecah, hingga sisa rangka rumah diangkat bersama-sama agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Proses evakuasi material dilakukan manual dengan gotong royong warga setempat.
✓ Pembersihan kayu dan rangka atap yang roboh
✓ Evakuasi genteng dan material berat
✓ Pengamanan area agar tidak membahayakan warga
✓ Pendampingan terhadap keluarga korban
Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menegaskan bahwa aparat tidak hanya hadir saat kejadian, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan hingga tuntas. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian angin kencang di wilayah selatan Wonogiri yang rawan terdampak perubahan cuaca ekstrem. Kondisi geografis serta struktur bangunan yang sebagian masih menggunakan rangka kayu membuat risiko kerusakan semakin tinggi ketika diterpa angin dengan kecepatan besar.
Warga sekitar mengaku angin datang mendadak dan berlangsung singkat, namun dampaknya sangat merusak. Beberapa rumah lain dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, meski tidak sampai roboh.
Situasi di lokasi kini mulai terkendali setelah material berbahaya dibersihkan. Namun trauma dan kerugian yang dialami korban masih membekas. Upaya pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak agar keluarga terdampak bisa kembali menata kehidupan mereka. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













