YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Cuaca ekstrem yang mengguyur Kota Yogyakarta, Senin (16/2/2026) sore, langsung memakan korban. Atap sebuah asrama mahasiswa di kawasan Baciro dilaporkan ambruk saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Asrama IKPM Musi Banyuasin yang berada di Jalan Tunjung, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman. Bagian atap bangunan dengan luas sekitar 5 x 15 meter dilaporkan roboh setelah diduga tak mampu menahan terpaan angin dan intensitas hujan tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan diterima sekitar pukul 14.00 WIB.
“Kami menerima laporan kejadian atap roboh di Asrama IKPM Musi Banyuasin. Kondisi atap yang terdampak memiliki volume sekitar 5 kali 15 meter,” tandasnya.
Empat penghuni asrama mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dipastikan dalam kondisi terkendali.
Selain korban luka, total 16 mahasiswa yang menempati 10 kamar di asrama milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin itu terpaksa dievakuasi demi alasan keselamatan.
“Ada 16 orang yang terdampak. Saat ini seluruh penghuni asrama sudah kami evakuasi menuju Asrama Randik Putri yang berlokasi di Jalan Melati Wetan, Baciro,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Yogyakarta bersama personel gabungan dari Koramil, Polsek Gondokusuman, serta Linmas setempat masih melakukan assessment dan penanganan lanjutan di lokasi kejadian.
Berdasarkan pendataan sementara, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah dua lembar terpal berukuran 6 x 8 meter untuk menutup bagian bangunan yang terbuka, guna mengantisipasi hujan susulan.
Sejak pukul 13.47 WIB, wilayah Kota Yogyakarta memang telah berada dalam peringatan potensi hujan lebat disertai angin kencang. Sejumlah kemantren yang masuk pantauan antara lain Tegalrejo, Jetis, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron hingga Kraton.
Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga sore hari. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















