Beranda Market Ekbis Dari Artis Sinetron ke Ketua OJK: Cantiknya Kiki Widyasari Bukan Sekadar Paras,...

Dari Artis Sinetron ke Ketua OJK: Cantiknya Kiki Widyasari Bukan Sekadar Paras, Otaknya Kelas Berat Ekonomi

Artis
Kiki Widyasari. Instagram @fridericawidyasari

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nama Friderica Widyasari Dewi atau yang lebih akrab disapa Kiki Widyasari mendadak jadi pusat perhatian publik nasional. Bukan tanpa alasan. Perempuan yang dulu dikenal sebagai artis sinetron era 1990-an ini resmi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), alias Ketua OJK, berdasarkan hasil rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar Sabtu (31/1/2026).

Penunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ini adalah simbol kuat bahwa dunia keuangan nasional kini dipimpin sosok yang tak hanya berpengalaman teknokratis, tetapi juga komunikatif, cerdas, dan memahami publik dari dekat. Kiki Widyasari adalah paket lengkap: cantik, pintar, dan berkarier panjang di jantung sistem keuangan Indonesia.

Lahir di Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975, berzodiak Sagitarius, beragama Islam, Kiki dikenal sebagai figur perempuan disiplin dan berkarakter kuat. Ia menikah dengan Komjen Pol. Eddy Hartono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan dikaruniai satu orang anak. Kombinasi latar keluarga, akademik, dan profesional membuat namanya bukan sekadar sensasi.

Sebelum dikenal sebagai ekonom papan atas, publik lebih dulu mengenal Kiki sebagai model dan artis sinetron. Ia membintangi sejumlah judul populer seperti Angling Dharma, Panji Manusia Milenium, dan Doaku Harapanku. Prestasinya di dunia hiburan diperkuat dengan gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995. Namun dunia panggung hanyalah pembuka jalan, bukan tujuan akhirnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Ilmiah 1 Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026, Bukan Tanggal 19

Kiki kemudian membuktikan bahwa kecantikan tidak pernah menghalangi kecerdasan. Ia meraih S1 Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001, melanjutkan S2 Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan di California State University, Fresno, Amerika Serikat pada 2004, dan menyempurnakan perjalanan akademiknya dengan gelar Doktor (S3) dari UGM yang diraih cumlaude pada 2019. Ia juga pernah aktif sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi, memperkuat reputasinya sebagai akademisi serius.

Karier profesionalnya di dunia keuangan dimulai pada 2006 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sana, ia menapaki jenjang karier strategis dengan rekam jejak panjang dan konsisten:

✓ Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI
✓ Sekretaris Perusahaan BEI (2007–2009)
✓ Direksi BEI dan Direktur Pengembangan BEI
✓ Staf Khusus Menteri Keuangan RI (2008)

Langkahnya makin solid ketika ia dipercaya menjadi Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015, lalu menjabat Direktur Utama KSEI periode 2016–2019. Setelah itu, Kiki kembali mencetak prestasi sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022), posisi krusial di industri pasar modal.

Tak berhenti di sana, ia juga mengantongi sertifikasi strategis dari OJK sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Manajer Investasi pada 2019—bukti kompetensi teknis yang sah, bukan sekadar nama besar.

Pada periode 2022–2027, Kiki ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Perannya dikenal tegas, komunikatif, dan pro-publik. Kini, dengan mandat baru sebagai Ketua OJK, publik menaruh harapan besar pada kepemimpinannya untuk menjaga stabilitas keuangan nasional, memperkuat perlindungan konsumen, dan mendorong literasi keuangan yang lebih merata.

Baca Juga :  Nekat Bobol ATM Depan Kantor Polisi, Pria Wonogiri Langsung Diciduk di Tempat

Di luar jabatan formal, Kiki juga aktif di media sosial melalui akun Instagram @fridericawidyasari, tempat ia kerap membagikan sisi profesional sekaligus humanis—jarang, tapi tepat.

Kisah Kiki Widyasari adalah contoh nyata bahwa transformasi karier bukan hal mustahil. Dari layar kaca ke kursi pimpinan OJK, ia membuktikan bahwa kapasitas, konsistensi, dan kompetensi selalu menang dalam jangka panjang. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.