WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, tancap gas meningkatkan kompetensi keagamaan warganya. Pemerintah Desa Gedong menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) Ngadirojo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemulasaran Jenazah di Balai Desa Gedong, Rabu (12/2/2025). Langkah ini langsung menyedot perhatian para pengurus masjid dan relawan dari seluruh dusun.
Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut. Mereka datang dengan satu tujuan: memperdalam pemahaman dan keterampilan tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Suasana pelatihan berlangsung serius namun interaktif, peserta aktif bertanya dan mencatat setiap detail materi.
Hadir sebagai pemateri utama, Kyai Abdul Wahid dan Murni Indriyawati dari KUA Ngadirojo. Keduanya memaparkan teori sekaligus praktik teknis secara runtut dan aplikatif. Tak hanya itu, praktik lapangan juga diperkuat oleh Penyuluh Agama Islam KUA Ngadirojo, Maesarotun Ni’mah dan Kusuma Ayu R, sehingga peserta tidak sekadar memahami konsep, tetapi benar-benar menguasai tahapan teknis di lapangan.
Materi yang dikupas dalam bimtek ini mencakup seluruh rangkaian proses pemulasaran jenazah, antara lain:
✓ Tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat
✓ Teknik mengkafani jenazah secara rapi dan efisien
✓ Adab dalam proses pengurusan jenazah
✓ Doa-doa yang dibaca saat pemulasaran
✓ Pembagian peran tim saat terjadi musibah
Seluruh sesi dirancang detail agar setiap peserta siap terjun ketika dibutuhkan. Penekanan diberikan pada ketepatan tata cara, kebersihan, serta sikap tenang dan penuh empati saat menghadapi keluarga duka.
Salah satu perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini penting agar setiap dusun di Desa Gedong memiliki sumber daya manusia yang siap menjalankan kewajiban fardu kifayah dengan percaya diri. Dengan pelatihan terstruktur seperti ini, desa tidak lagi bergantung pada segelintir orang ketika terjadi musibah.
Kolaborasi antara Pemdes Gedong dan KUA Ngadirojo menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keagamaan di tingkat desa. Selain meningkatkan pemahaman fiqih jenazah, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.
Ke depan, para peserta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan pemulasaran jenazah di lingkungan masing-masing. Dengan bekal teori dan praktik yang sudah diberikan, mereka kini lebih siap menjaga kesakralan prosesi sesuai tuntunan agama serta memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang sedang berduka. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















