WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gerakan literasi demokrasi di Kabupaten Wonogiri mulai bergerak kencang. Dewan Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Wonogiri resmi menggelar GASPOL (Gerakan Sekolah Politik dan Demokrasi) Edisi #1, sebuah program edukatif yang menyasar pelajar dan pemilih pemula agar tidak hanya paham politik, tetapi juga siap terlibat aktif mengawal proses demokrasi.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (14/2/2026) ini langsung menyedot perhatian 182 peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari perwakilan SMA/SMK/MA se-Wonogiri, organisasi pelajar seperti IPNU, IPPNU, IPM, hingga mahasiswa dari STABN dan STAIMAS. Tak hanya itu, lintas Saka juga ikut bergabung, mulai dari Saka Bhayangkara hingga Saka Wira Kartika. Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian GASPOL sekaligus P2P selama satu semester penuh.
Program ini dirancang bukan sekadar forum diskusi biasa. GASPOL menjadi ruang pembelajaran sistematis tentang demokrasi, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif. Targetnya jelas: membentuk generasi muda yang paham hak dan kewajiban politiknya, sekaligus memiliki keberanian untuk bersikap kritis.
Pembina Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Wonogiri, Slamet Mugiyono, dalam arahannya menekankan bahwa demokrasi tidak akan sehat tanpa karakter dan integritas. Generasi muda harus dibina sejak dini agar memiliki tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam konteks pemilu.
Sementara itu, keynote speaker Nur Kholiq selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing Saka Adhyasta Pemilu Kwarda Jawa Tengah menegaskan posisi strategis pemuda sebagai agen perubahan. Menurutnya, pengawasan partisipatif bukan hanya tugas lembaga resmi, melainkan juga tanggung jawab warga negara, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Pada sesi materi, dua narasumber utama memberikan pembekalan mendalam:
• ✓ Kak Aldi Ifnu Sutowo, Ketua Dewan Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Wonogiri, memaparkan profil lengkap Saka Adhyasta Pemilu, mulai dari visi, misi, struktur organisasi hingga perannya dalam membina anggota Gerakan Pramuka di bidang kepemiluan. Ia menekankan pentingnya kaderisasi yang terstruktur agar pengawasan demokrasi berjalan efektif.
• ✓ Kak Romana Hamdani Kusuma, Wakil Ketua Dewan Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Wonogiri, membedah dasar-dasar kepramukaan sebagai fondasi karakter. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan integritas disebut sebagai bekal utama untuk membentuk pemuda yang siap terjun dalam dinamika demokrasi.
GASPOL Edisi #1 ini menjadi langkah awal dari program berkelanjutan yang akan digelar rutin, baik secara daring maupun luring ke sekolah-sekolah. Strateginya jelas: memperluas jangkauan literasi politik agar tidak berhenti di ruang virtual, tetapi benar-benar menyentuh pelajar di berbagai wilayah Wonogiri.
Dengan konsep interaktif dan materi yang relevan dengan isu kepemiluan terkini, GASPOL diharapkan melahirkan generasi muda Wonogiri yang tidak apatis terhadap politik. Mereka didorong untuk memahami proses demokrasi secara utuh, berani menyuarakan pendapat, dan aktif mengawal pemilu yang jujur serta berintegritas.
Jika konsisten dijalankan, GASPOL berpotensi menjadi model pendidikan politik berbasis kepanduan yang kuat di daerah. Wonogiri kini punya langkah nyata dalam menyiapkan pemilih cerdas dan pengawal demokrasi dari kalangan muda.
Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















