JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang-gadang menjangkau kelompok lanjut usia ternyata masih menyisakan banyak tanda tanya. Mulai dari komposisi menu hingga skema pelayanan, pemerintah mengakui semuanya belum sepenuhnya matang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut, secara garis besar menu MBG untuk lansia nantinya akan diseragamkan dengan menu yang diberikan kepada anak-anak sekolah. Penentuan menu tersebut sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ya sama nanti. Yang menentukan menu nanti kan juga dari BGN,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Februari 2026.
Meski demikian, Gus Ipul membuka kemungkinan adanya perbedaan menu khusus bagi lansia. Namun ia mengakui, pembahasan teknis soal itu belum masuk tahap serius. Hingga kini, koordinasi antara Kemensos dan BGN masih berkutat pada gambaran besar program.
“Saya belum ke sana lah. Tapi yang melayani itu adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujarnya.
Selain soal menu, Kemensos juga tengah menyaring ketat siapa saja yang akan masuk daftar penerima manfaat. Pemerintah menetapkan lansia berusia 75 tahun ke atas sebagai kelompok prioritas, terutama mereka yang hidup seorang diri.
“Lansia itu utamanya yang 75 tahun ke atas. Kalau alokasinya masih ada, ya bolehlah nanti 75 tahun ke bawah. Dan yang diprioritaskan yang tinggal sendiri,” tutur Gus Ipul.
Ia menegaskan, program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas saat ini masih berada di tahap perencanaan. Pemerintah belum ingin terburu-buru meluncurkan program sebelum sasaran penerima benar-benar dipastikan tepat.
Pada tahap awal, Kementerian Sosial berencana mengajukan alokasi penerima manfaat dalam jumlah terbatas, yakni ratusan ribu orang dari kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
“Pertama-tama tentu adalah sasaran. Ini kita lagi mempertajam sasaran. Kalau kesempatan pertama ini kami akan mengajukan sekitar 400.000 untuk lansia dan penyandang disabilitas,” ujar dia. [*]Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













