Beranda Umum Nasional Bangunan Bersejarah di Siak Runtuh Saat Kunjungan Sekolah, 16 Orang Jadi...

Bangunan Bersejarah di Siak Runtuh Saat Kunjungan Sekolah, 16 Orang Jadi Korban

Ilustrasi bangunan runtuh | freepik

RIAU, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kegiatan kunjungan edukasi ke bangunan bersejarah berujung insiden serius. Lantai dua bangunan Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, ambruk secara tiba-tiba saat rombongan pelajar berada di dalamnya, Sabtu (31/1/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, ketika para pelajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Baitul Ridho Lubuk Dalam tengah mengikuti penjelasan di dalam bangunan cagar budaya tersebut. Tanpa peringatan, struktur lantai runtuh dan membuat para pelajar serta guru pendamping terjatuh bersama material bangunan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Siak menetapkan kejadian ini sebagai krisis kesehatan non-alam berupa trauma massal atau mass casualty incident (MCI). Penanganan darurat langsung dilakukan melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Pelaksana Tugas Program Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Irwan Safaria, menyampaikan jumlah korban dalam insiden tersebut mencapai 16 orang. “Kejadian ini merupakan trauma massal dengan jumlah korban 16 orang,” kata Irwan, dalam keterangan dikutip, Ahad (1/2/2026).

Baca Juga :  Kurator Kebut Lelang Aset Sritex, Pesangon Tunggu Dana Masuk

Korban terdiri dari 15 pelajar dan satu orang guru pendamping. Petugas Puskesmas Mempura segera melakukan triase di lokasi kejadian, memberikan pertolongan pertama, serta mengevakuasi korban menggunakan ambulans.

Sebanyak 10 korban dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Sementara enam korban lainnya sempat menjalani observasi medis dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan stabil.

Hasil pemeriksaan awal di rumah sakit menunjukkan satu korban mengalami luka berat, enam korban luka sedang, dan tiga korban luka ringan. Cedera yang dialami korban meliputi luka robek di kepala dan wajah, memar, nyeri pada punggung serta kaki, hingga dugaan patah tulang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu korban harus dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru guna memperoleh penanganan medis yang lebih intensif.

Irwan menambahkan, pihaknya juga menyiapkan pemeriksaan lanjutan berupa radiologi untuk memastikan tidak ada cedera internal yang luput dari pemeriksaan awal. Selain itu, seluruh korban dan peserta kegiatan dianjurkan mendapatkan pendampingan psikososial untuk membantu pemulihan trauma pascakejadian. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.