Beranda Daerah Wonogiri PORTAL 3,6 Meter × 7 Meter Dipasang di Jalur Ekstrem Tunggangan Wonogiri!...

PORTAL 3,6 Meter × 7 Meter Dipasang di Jalur Ekstrem Tunggangan Wonogiri! Kendaraan Melebihi Tinggi dan Lebar Ini Dipastikan Tak Bisa Lewat

Terguling
Kejadian truk nggoling di Tunggangan Wonogiri. Istimewa tangkapan layar

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalur alternatif Tunggangan yang menghubungkan Kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Tirtomoyo akhirnya dipasangi pembatas fisik dengan ukuran tegas: tinggi 360 sentimeter dan lebar 7 meter. Keputusan ini diambil setelah jalur ekstrem tersebut berulang kali memicu kecelakaan kendaraan berat yang nekat melintas meski kondisi medan dikenal ganas.

Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Rekayasa Lalu Lintas turun langsung melakukan penentuan titik pemasangan portal di Desa Ngelo, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini dipimpin Edho Dewa bersama Forkopimcam Jatiroto dan perangkat desa setempat untuk memastikan posisi portal benar-benar efektif membatasi kendaraan yang tak sesuai spesifikasi.

Fokus utama pemasangan adalah pembatasan dimensi kendaraan. Portal dengan tinggi 3,6 meter dan lebar 7 meter akan menjadi “gerbang seleksi” bagi setiap kendaraan yang hendak melintasi jalur Tunggangan. Artinya, kendaraan dengan tinggi melebihi 360 cm atau lebar di atas 7 meter otomatis tidak bisa masuk.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Jalur Tunggangan dikenal memiliki karakter ekstrem yang tidak ramah bagi kendaraan besar.

🔴 Karakter Jalur Tunggangan:
✓ Tanjakan sangat terjal
✓ Turunan panjang dan curam
✓ Tikungan tajam beruntun
✓ Jurang di sisi kanan dan kiri jalan
✓ Kontur jalan dengan kemiringan tinggi

Kondisi tersebut membuat kendaraan dengan dimensi besar dan muatan berat sangat berisiko kehilangan tenaga saat menanjak atau gagal mengendalikan laju saat menurun. Dalam beberapa tahun terakhir, serangkaian kecelakaan menjadi bukti nyata bahwa jalur ini bukan untuk sembarang kendaraan.

Baca Juga :  Medan Ekstrem Tak Jadi Alasan! Inseminator Karangtengah Tembus Dusun Kejar 400 Dosis Vaksin PMK, Peternak Diminta Siaga

Data kecelakaan mencatat, pada 2025 dua truk bermuatan plastik perabot rumah tangga dan mi instan seberat 2,5 ton mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Dusun Ndawe Kidul, Desa Ngelo. Setahun sebelumnya, dua truk bermuatan daging beku dan jagung juga terguling karena tidak kuat menanjak. Bahkan pada 2019, bus pariwisata milik Sudiro Tungga Jaya sempat tersasar dan terjebak di kawasan Bukit Tunggangan, memicu kepanikan warga.

Masalah semakin pelik karena aplikasi navigasi digital seperti Google Maps kerap merekomendasikan jalur ini sebagai rute alternatif tercepat. Banyak sopir luar daerah yang tidak memahami karakter medan akhirnya mengikuti petunjuk tersebut tanpa mempertimbangkan ukuran dan beban kendaraan.

Dengan portal setinggi 360 cm dan selebar 7 meter, Dishub Wonogiri ingin memastikan hanya kendaraan dengan dimensi aman yang dapat melintas. Selain portal fisik, rambu sementara dan permanen juga akan dipasang, termasuk pembatasan tonase kendaraan. Kombinasi ini diharapkan memfilter kendaraan besar sejak awal sebelum memasuki zona rawan.

Secara teknis, tinggi 3,6 meter tergolong batas aman untuk kendaraan kecil hingga sedang. Sementara lebar 7 meter memberikan ruang cukup bagi kendaraan standar tanpa membuka peluang bagi kendaraan oversize atau over dimension. Pembatas ini dirancang bukan untuk menghambat mobilitas, tetapi menyaring kendaraan yang tidak sesuai dengan karakter jalan.

Baca Juga :  Gempa Pacitan 9 Februari Bikin Jantung Copot! Getaran Terasa Sampai Wonogiri, Blitar hingga Jogja, Ini Penjelasan Resmi BMKG

Jalur Jatiroto–Tirtomoyo memang penting sebagai alternatif, namun tanpa kontrol dimensi kendaraan, risiko kecelakaan akan terus berulang. Portal ini menjadi penegasan bahwa keselamatan pengguna jalan lebih diutamakan daripada sekadar mempercepat waktu tempuh.

Kini, setiap kendaraan yang hendak melintas harus memastikan dua hal: tinggi tidak lebih dari 3,6 meter dan lebar tidak melebihi 7 meter. Jika melanggar, akses otomatis tertutup. Jalur ekstrem butuh aturan ekstrem. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.