Beranda Umum Nasional Prabowo Buka Peluang Maju 2029, PDIP Pilih Fokus Tangani Masalah Rakyat

Prabowo Buka Peluang Maju 2029, PDIP Pilih Fokus Tangani Masalah Rakyat

Andreas Hugo Pareira | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wacana Pemilihan Presiden 2029 mulai mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal kesiapan kembali maju. Namun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan belum tertarik masuk ke pembahasan kontestasi politik lima tahunan tersebut dan memilih memusatkan perhatian pada persoalan rakyat.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan partainya saat ini belum menempatkan Pilpres 2029 sebagai agenda utama. Menurutnya, energi politik seharusnya diarahkan terlebih dahulu untuk menjawab berbagai persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Andreas merespons ucapan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam forum itu, Prabowo menyinggung kemungkinan kembali bertarung dalam pemilihan presiden serta mengingatkan pentingnya persaingan politik yang sehat.

“Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung,” ucap Prabowo di hadapan peserta rakornas di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Sugiono Lempar Isu Reshuffle ke Presiden: Saya Baru Dengar

Menanggapi hal tersebut, Andreas menilai pembicaraan soal kekuasaan terlalu dini dan tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat saat ini. “Bosan rakyat hanya bicara mengejar kekuasaan,” kata Andreas saat dihubungi, Rabu (3/2/2026).

Ia menjelaskan, PDIP saat ini tengah memprioritaskan konsolidasi internal partai sekaligus memperkuat kerja-kerja politik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Fokus tersebut, kata dia, mencakup pendampingan terhadap warga yang terdampak bencana ekologi beserta berbagai konsekuensi sosial dan ekonomi yang mengikutinya.

Selain persoalan lingkungan, Andreas juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan yang semakin sulit. Menurutnya, lapangan kerja yang terbatas, maraknya pemutusan hubungan kerja, serta kenaikan harga pangan menjadi masalah serius di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

Dalam situasi tersebut, PDIP menilai pembahasan calon presiden belum menjadi kebutuhan mendesak. Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu menegaskan, partainya memilih mendahulukan penyelesaian persoalan-persoalan tersebut. “Kami (fokus) urus dulu rakyat,” ucapnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.