Beranda Nasional Jogja Sat Samapta Sikat Miras Oplosan di Bantul, 260 Liter Diamankan

Sat Samapta Sikat Miras Oplosan di Bantul, 260 Liter Diamankan

Ilustrasi pesta minuman keras | pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM Peredaran minuman keras ilegal yang diduga diracik secara oplosan masih nekat beroperasi menjelang Ramadan. Aparat Polres Bantul pun bergerak cepat membongkar praktik tersebut di wilayah Pandak.

Operasi dilakukan pada Minggu (15/2/2026) malam setelah Sat Samapta Polres Bantul menerima laporan adanya aktivitas penjualan miras ilegal di Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan ke lokasi yang dicurigai.

Di lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AS (42), warga Daleman, yang diduga menjajakan minuman keras hasil fermentasi campuran.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku, polisi menemukan puluhan galon berisi cairan yang diduga miras oplosan berbagai rasa. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga :  Duel Senjata Tajam di Bantul Makan Korban, Polisi Amankan Pemuda 21 Tahun

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa total ada 26 galon minuman keras fermentasi yang disita dari lokasi.

“Kemudian, terdapat 26 galon bekas air mineral berisi 10 liter fermentasi campuran rasa buah belimbing, jambu, dan anggur,” katanya kepada awak media, Senin (16/2/2026).

Dengan jumlah tersebut, sedikitnya sekitar 260 liter minuman fermentasi diduga ilegal berhasil diamankan. Seluruh barang bukti kini dibawa ke Mapolres Bantul guna kepentingan penyelidikan.

Rita menambahkan, pihaknya masih mendalami sejak kapan AS menjalankan usaha tersebut serta dari mana bahan baku fermentasi diperoleh. “Masih didalami,” tutup Rita.

Operasi ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polres Bantul menjelang bulan suci Ramadan. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyakit masyarakat, termasuk peredaran minuman keras ilegal yang kerap memicu gangguan keamanan dan ketertiban. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.