Beranda Edukasi Pendidikan Ujian Praktik Seni Budaya SMPN 2 Batuwarno Tampil Total, Ramayana dan Drama...

Ujian Praktik Seni Budaya SMPN 2 Batuwarno Tampil Total, Ramayana dan Drama Heroik Jawa Bikin Merinding

Budaya
Ujian Praktik Seni Budaya SMPN 2 Batuwarno Wonogiri. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana halaman SMPN 2 Batuwarno Wonogiri, Kamis (12/2/2026), berubah total menjadi panggung budaya Jawa yang hidup dan memukau. Ratusan siswa kelas VII dan VIII memadati area sekolah untuk menyaksikan ujian praktik Seni Budaya dan Bahasa Jawa kelas IX yang digelar dengan konsep pementasan drama tradisional. Bukan sekadar formalitas penilaian akhir, kegiatan ini menjelma menjadi pertunjukan sarat makna yang sukses menyedot perhatian seluruh warga sekolah.

Di bawah bimbingan guru Seni Budaya dan Bahasa Jawa, Mujoko, para siswa kelas IX menampilkan karya terbaik mereka dengan persiapan matang. Setiap detail digarap serius, mulai dari penghayatan peran, dialog berbahasa Jawa, hingga ekspresi panggung yang mencerminkan nilai-nilai luhur budaya leluhur.

Pementasan dibuka oleh kelas IX A dengan drama epik berjudul Ramayana. Kisah legendaris ini mengangkat perjuangan Pangeran Rama dari Ayodhya dalam menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik Rahwana dari Alengka. Dengan bantuan Hanuman dan Lesmono, Rama berhasil menaklukkan Rahwana dan membuktikan kesucian Sinta melalui ujian api. Cerita ini tidak hanya menyajikan alur heroik, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang tanggung jawab, kesetiaan, kejujuran, kepemimpinan adil, serta kehormatan diri. Penonton tampak terpukau menyaksikan adegan demi adegan yang dimainkan penuh totalitas.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Ujian! Panggung Tari SMPN 1 Giritontro Meledak, Srikandi hingga Reog Bikin Terpukau

Tak kalah memikat, kelas IX B menghadirkan drama berjudul Tetesing Getih Kang Pungkasan. Pementasan ini menonjolkan nilai kepahlawanan dan kesetiaan tanpa batas. Alur cerita menggambarkan sosok yang rela berkorban hingga titik darah penghabisan demi menjaga harga diri dan amanah. Nuansa emosional terasa kental, terutama saat adegan klimaks yang menggambarkan pengorbanan terakhir sebagai bukti kesetiaan sejati. Sorak tepuk tangan pun menggema usai pertunjukan berakhir.

Penilaian dilakukan langsung oleh Mujoko dengan mengacu pada empat aspek utama dalam seni pertunjukan Jawa, yakni:

✓ Wicara (kemampuan dialog dan artikulasi)
✓ Wiraga (penguasaan gerak dan ekspresi tubuh)
✓ Wirama (ketepatan irama dan tempo)
✓ Wirasa (penghayatan dan penjiwaan peran)

Kepala SMPN 2 Batuwarno, W. Listyono, memberikan apresiasi atas keseriusan dan kreativitas siswa dalam mengangkat budaya Jawa melalui seni pertunjukan.

“Guru dan seluruh warga sekolah juga menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni tradisional yang mulai jarang dipentaskan,” ujar dia.

Antusiasme penonton, kualitas akting para siswa, serta kemasan cerita yang kuat membuktikan bahwa pembelajaran seni budaya bisa dikemas menarik dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi. Ujian praktik ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya Jawa tetap memiliki tempat di hati generasi muda ketika diberi ruang ekspresi yang tepat.

Baca Juga :  125 Ribu BPJS di Wonogiri Tiba-Tiba Nonaktif! Bupati Setyo Sukarno Turun Tangan, Reaktivasi Bisa 1×24 Jam untuk Kasus Darurat

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, evaluasi dari guru penguji, serta wajah lega para siswa yang berhasil menuntaskan ujian praktik dengan lancar. Momentum ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kenangan tak terlupakan sebelum mereka melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.