WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Persoalan tower telekomunikasi kembali memicu ketegangan di Wonogiri. Warga Dusun Giribelah RT 01 RW 07, Desa Jatirejo, Kecamatan Giritontro, resmi menyegel sebuah tower seluler milik salah satu provider besar. Aksi itu dilakukan dengan menggembok pintu akses tower dan memasang spanduk bernada protes di sekitar lokasi.
Langkah tegas warga ini bukan tanpa alasan. Tower tersebut memang bukan bangunan baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengajuan izin tower sudah dilakukan sejak 2004, kemudian resmi berdiri pada 2006. Saat awal pendirian, proses berjalan lancar. Warga kala itu telah menerima kompensasi dan tidak ada gejolak berarti.
Masalah mulai mencuat kembali ketika masa penggunaan tower diperpanjang beberapa waktu lalu. Pihak provider diketahui sudah bertemu dengan pemilik lahan dan melakukan perpanjangan sewa, lengkap dengan pemberian kompensasi kepada pemilik tanah. Namun, persoalan tidak berhenti di situ.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar tower dan merasa terdampak kemudian mengajukan usulan agar turut mendapatkan kompensasi. Usulan tersebut disebut sudah dikomunikasikan kepada pihak provider dan bahkan sempat dijanjikan akan direalisasikan. Sayangnya, hingga Januari kemarin, kompensasi yang dijanjikan tak kunjung diterima.
Kondisi inilah yang memicu kekecewaan warga. Sekitar 20 orang yang merasa terdampak akhirnya sepakat melakukan penyegelan sebagai bentuk tekanan agar janji tersebut benar-benar ditepati. Meski demikian, warga menegaskan tidak ada aksi demo atau tindakan anarkis. Penyegelan dilakukan murni sebagai bentuk tuntutan agar hak mereka dipenuhi.
“Tidak ada demo. Warga hanya ingin kejelasan dan realisasi kompensasi yang sudah dijanjikan,” ungkap salah satu sumber di lapangan.
Hingga saat ini, komunikasi antara warga dan pihak provider disebut masih berlangsung. Informasi terakhir menyebutkan pihak provider berjanji akan segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Warga Giribelah berharap penyegelan ini menjadi sinyal serius agar persoalan tidak terus berlarut-larut. Mereka menegaskan siap membuka kembali segel jika kompensasi yang dijanjikan benar-benar direalisasikan sesuai kesepakatan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















