Beranda Daerah Solo 50 Influencer Ngabuburit Sambil Belajar Membatik di Kampung Batik Kauman

50 Influencer Ngabuburit Sambil Belajar Membatik di Kampung Batik Kauman

Sejumlah influencer tengah mengikuti kegiatan ngabuburit sembari belajar membatik di Kampung Wisata Batik Kauman | Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Cara unik dilakukan untuk melestarikan budaya batik di Kota Solo. Sebanyak 50 influencer mengikuti kegiatan ngabuburit sambil belajar membatik yang digelar di Kampung Wisata Batik Kauman, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mengenalkan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya batik melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan dunia digital.

Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni pengurus Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Gunawan Setiawan, mantan Wali Kota Solo periode 2024–2025 Teguh Prakosa, serta pengusaha sekaligus pegiat organisasi Ardian Agung Yudhanto.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman, Bulls.soc, dan Kooken Cafe & Resto. Selain belajar membatik secara langsung, para peserta juga mengikuti diskusi mengenai cara merawat dan mempromosikan budaya di tengah perkembangan era digital.

Founder Bulls.soc, Dhading Baskoro Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut memang menyasar kalangan anak muda dengan konsep yang berbeda dari kegiatan budaya pada umumnya.

Baca Juga :  Ngabuburit Bersama Warga, Respati–Astrid Soroti Pendidikan Inklusif hingga Program Rumah Siap Kerja  

Menurutnya, pembahasan mengenai budaya sering kali dipandang masih konvensional atau tradisional. Karena itu, melalui kegiatan ini peserta diajak melihat budaya dari sudut pandang yang lebih modern dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Harapannya mereka bisa menggabungkan antara budaya dengan perkembangan digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pengalaman membatik secara langsung, para influencer diharapkan dapat membuat konten media sosial yang memperkenalkan batik kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan cara itu, para kreator konten dapat menyampaikan pesan kepada pengguna media sosial lainnya untuk ikut merawat dan melestarikan batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

“Batik merupakan kekayaan budaya yang harus tetap kita jaga. Meski perkembangan teknologi semakin pesat, harapannya budaya tetap bisa berjalan beriringan dengan kemajuan zaman,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jokowi Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Wapres ke-6 Try Sutrisno

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Petrus Santo Wibowo menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan melibatkan peserta yang lebih luas dari berbagai generasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi ruang kolaborasi bagi generasi Z, milenial, hingga generasi X untuk berkreasi dan berimajinasi dalam upaya menjaga kepedulian terhadap budaya, sosial, dan kehidupan masyarakat. [Prihatsari]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.