KULONPROGO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya pencarian seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Serang, wilayah Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, akhirnya berakhir dengan kabar duka. Setelah dua hari pencarian, jasad korban berhasil ditemukan pada Minggu (8/3/2026) malam.
Korban diketahui berinisial BN (9), seorang pelajar Sekolah Dasar. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus saat bermain air di kawasan muara sungai.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, menjelaskan jasad korban ditemukan setelah tim relawan memutuskan melakukan penyisiran tambahan pada malam hari.
“Jadi operasi ditutup sekitar pukul 17.00 WIB, lalu kami di internal SRI Wilayah V berkoordinasi untuk melakukan penyisiran malam,” jelas Aris saat dihubungi Senin (9/3/2026).
Dalam pencarian tersebut, tim SRI Wilayah V membagi personel menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penyisiran di area pemecah ombak di wilayah Karangwuni hingga Pantai Glagah. Sementara tim kedua menyusuri muara Sungai Serang ke arah utara hingga Jembatan Glagah.
Sekitar pukul 21.52 WIB, salah satu anggota tim yang berada di sekitar pemecah ombak Karangwuni melihat sesuatu mengapung di permukaan air yang menyerupai tubuh manusia.
Setelah dilakukan pengecekan, benda tersebut ternyata adalah jasad BN.
“Jasad BN ditemukan sekitar 200 meter jaraknya ke barat dari lokasi kejadian,” ujar Aris.
Tim kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah duka menggunakan kantong jenazah. Aparat kepolisian bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan awal.
Hasil pemeriksaan memastikan korban meninggal dunia akibat tenggelam. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Jasad korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga tadi malam,” katanya.
BN sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Sabtu (7/3/2026) di kawasan muara Sungai Serang. Operasi pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan relawan dan unsur SAR.
Koordinator Pos Basarnas Kulonprogo, Seto Satrio, menjelaskan dugaan awal korban tenggelam saat sedang bermain di sekitar muara sungai ketika kondisi air sedang berubah dari surut menuju pasang.
“Kondisi itu diduga menyebabkan korban tenggelam,” jelas Seto. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














