Beranda Umum Nasional Diteror Kepala Anjing Jelang Lebaran, Keluarga Palti Hutabarat Siap Tempuh Jalur Hukum

Diteror Kepala Anjing Jelang Lebaran, Keluarga Palti Hutabarat Siap Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi | freepik

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Teror terhadap pegiat media sosial Palti Hutabarat kian mengkhawatirkan. Tak hanya berupa pesan ancaman, aksi intimidasi kini menyentuh ranah keluarga dengan cara yang terbilang ekstrem dan mengusik rasa aman.

Pihak keluarga Palti berencana membawa kasus tersebut ke jalur hukum setelah insiden pelemparan bangkai kepala anjing ke rumah orang tuanya di Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Langkah hukum itu dijadwalkan dilakukan seusai libur Lebaran 2026.

Anggota Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Wiradarma Harefa, menyebut laporan polisi akan segera diajukan.

“Mereka (keluarga Palti) rencana membuat laporan polisi pada 25 Maret,” ujar Wiradarma pada Jumat, 20 Maret 2026.

Peristiwa pelemparan bangkai kepala anjing itu terjadi pada Rabu pagi, 18 Maret 2026. Hingga kini, pelaku belum teridentifikasi. Minimnya fasilitas pengawasan menjadi kendala utama dalam mengungkap kejadian tersebut.

Baca Juga :  Stok BBM Aman Jelang Lebaran, Pemerintah Minta Warga Tak Panik. Habis Lebaran?

Tidak adanya kamera pengawas di sekitar rumah serta kondisi CCTV di pos keamanan yang dilaporkan rusak membuat keluarga kesulitan memperoleh petunjuk awal.

Wiradarma menambahkan, komunikasi dengan pihak keluarga terus dilakukan untuk memastikan proses pelaporan berjalan lancar. Saat ini, keluarga Palti masih berada di Deli Serdang dan berencana melapor ke kantor kepolisian setempat.

“Keluarga juga ada khawatirnya kalau pergi-pergi enggak ada yang menemani,” tuturnya.

Sebelum insiden tersebut, Palti Hutabarat disebut telah lebih dulu menerima berbagai bentuk teror, mulai dari pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp hingga pengiriman paket misterius dengan sistem bayar di tempat (COD).

Baca Juga :  Detik-detik Menegangkan Ketika Bus TNI Lepas Kendali, Seret Honda Brio 20 Meter

Rangkaian intimidasi ini menimbulkan kekhawatiran serius, tidak hanya bagi korban, tetapi juga menjadi alarm atas potensi meningkatnya aksi teror terhadap individu di ruang publik maupun privat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.