Beranda Umum Nasional Konflik Timur Tengah Memanas, Kemlu: Negara Teluk Tak Sarankan Evakuasi WNI

Konflik Timur Tengah Memanas, Kemlu: Negara Teluk Tak Sarankan Evakuasi WNI

Santo Darmosumarto | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ketegangan akibat konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus memicu kekhawatiran global. Namun di tengah situasi yang belum mereda, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah justru tidak merekomendasikan langkah evakuasi bagi warga negara asing, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Santo Darmosumarto, dalam keterangan pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jumat (6/3/2026).

“Pemerintah-pemerintah di Timur Tengah mereka tidak merekomendasikan evakuasi,” kata Santo.

Ia menjelaskan, otoritas di beberapa negara kawasan Teluk meminta warga asing tetap tenang dan bertahan di tempat tinggal masing-masing. Pemerintah setempat juga disebut telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan warga, termasuk warga negara asing.

Menurut data Kemlu, saat ini terdapat sekitar 519.412 WNI yang berada di kawasan Timur Tengah. Mereka tersebar di sejumlah negara yang ikut terdampak dinamika konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, di antaranya Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.

Baca Juga :  Bermain di Muara Sungai Serang, Bocah Asal Wates Dilaporkan Hilang

Santo menambahkan, kondisi di setiap negara memang berbeda. Namun secara umum pemerintah di kawasan tersebut dinilai cukup sigap memberikan informasi dan perlindungan kepada warga asing yang berada di wilayah mereka.

“Setiap negara itu pemerintahnya sudah sangat aware dan sudah sangat progresif ya terkait dengan menyampaikan imbauan-imbauan kepada warga negara asing untuk tetap tenang, aman, dan juga bahwa mereka akan diberikan berbagai keperluan-keperluannya selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, memastikan hingga kini belum ada laporan WNI yang menjadi korban akibat konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

Meski demikian, sejumlah WNI dilaporkan terdampak pembatasan penerbangan internasional. Kondisi tersebut membuat sebagian dari mereka tertahan atau tidak dapat melanjutkan perjalanan karena penutupan ruang udara di beberapa wilayah.

“Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan dan penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” tuturnya.

Menurut Heni, para WNI yang terdampar tersebut telah mendapatkan bantuan dari perwakilan RI di negara setempat, mulai dari penginapan hingga konsumsi, sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan lanjutan. Pemerintah juga membantu proses penjadwalan ulang penerbangan agar mereka dapat kembali ke Indonesia.

Baca Juga :  Jusuf Kalla: Indonesia Belum Setara dengan AS, Mediasi Konflik Iran Tak Akan Mudah

Di sisi lain, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI yang berada di Iran. Evakuasi tahap pertama direncanakan dilakukan mulai pekan ini dengan jumlah 32 orang yang akan dipulangkan melalui jalur Azerbaijan.

“Adapun untuk rencana evakuasi selanjutnya diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update,” kata Heni. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.