Beranda Nasional Jogja Menyeberang Sambil Tuntun Sepeda, Bocah di Sleman Tertabrak KA YIA–Yogyakarta

Menyeberang Sambil Tuntun Sepeda, Bocah di Sleman Tertabrak KA YIA–Yogyakarta

Ilustrasi mayat | pixabay

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalur rel yang tampak lengang di wilayah Gamping berubah menjadi lokasi tragedi pada Rabu sore (4/3/2026). Seorang bocah berusia lima tahun meregang nyawa setelah tertabrak Kereta Api Bandara relasi YIA–Yogyakarta.

Korban berinisial MHRA, warga asal Kulon Progo yang kini tinggal bersama orang tuanya di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di jalur rel Dusun Gamping Lor, Ambarketawang.

Kasihumas Polresta Sleman, Salamun, menjelaskan insiden bermula saat KA Bandara melaju dari arah barat menuju timur.

Menurut keterangan petugas stasiun, masinis telah berupaya memberikan peringatan ketika melihat korban berada di rel sambil menuntun sepeda.

“Namun karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari,” katanya, Rabu.

Meski sempat dilakukan upaya pengereman dan peringatan berulang, benturan tetap terjadi. Setelah insiden tersebut, kereta sempat berhenti untuk melaporkan kejadian kepada petugas stasiun terdekat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Terjerat Rentenir, Pasutri Asal Sleman Ini Gasak 8 Tabung Gas di Gunungkidul

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan tubuh korban berada di sisi selatan rel, sekitar 10 meter dari titik benturan.

Aparat gabungan dari Polsek Gamping bersama jajaran Polresta Sleman segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis. Jenazah korban kemudian dievakuasi bersama relawan menuju RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Salamun menyebut lokasi kejadian relatif sepi sehingga tidak ada warga yang menyaksikan secara langsung detik-detik peristiwa tersebut.

“Dugaan sementara, korban kurang memperhatikan situasi saat menyeberang rel. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, demi keselamatan bersama,” katanya.

Baca Juga :  Polemik Kasus Hogi Minaya, Eks Kapolresta Sleman Turun Jabatan dan Dimutasi

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat keras bahwa jalur rel bukanlah area bermain maupun tempat beraktivitas, terutama bagi anak-anak. Pengawasan orang tua dan kewaspadaan di sekitar lintasan kereta menjadi faktor krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.