Beranda Daerah Wonogiri RAT Koperasi Merah Putih Wonogiri Omzet 22 Juta SHU 1 Juta

RAT Koperasi Merah Putih Wonogiri Omzet 22 Juta SHU 1 Juta

Koperasi
RAT Koperasi Merah Putih Gunungan Manyaran Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski baru seumur jagung, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 di Balai Desa Gunungan, Sabtu (28/3/2026). Ini menjadi RAT pertama sejak koperasi dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025.

Tak sekadar formalitas, RAT ini langsung membeberkan capaiannya. Dalam waktu hanya sekitar lima bulan operasional, koperasi ini mencatat omzet Rp22.317.363,- dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp1.303.711,-.

RAT koperasi yang telah sah secara hukum melalui akta pendirian nomor BH.AHU-0004478.AH.01.29 Tahun 2025 ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Manyaran Widodo, perwakilan Dinas Perdagangan dan KUKM Wonogiri, pengawas koperasi, pengurus, serta anggota dengan total kehadiran 28 orang.

Ketua KMPD Gunungan, Tri Suhartono, menjelaskan bahwa koperasi tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi sudah menjalankan berbagai unit usaha yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Beberapa aktivitas yang sudah berjalan antara lain:
✓ Pangkalan Gas Elpiji untuk kebutuhan warga
✓ Penjualan bibit dan benih, khususnya benih padi untuk kelompok tani
✓ Penyelenggaraan bazar ekonomi masyarakat
✓ Gerai Pintar SAMSAT Budiman hasil kerja sama dengan UPPD Samsat Wonogiri

Baca Juga :  Cuma 4 Hari! 4.921 Wisatawan Serbu Wonogiri, Tiket Tembus Rp73 Juta Tapi Anjlok Dibanding 2025

“Sesuai keputusan dalam RAT kali ini, SHU akan dibagikan sebagai PAD dan dibagikan kepada anggota, dimana masing-masing akan mendapatkan bagian sebesar Rp260.000,-. Apabila koperasi ini sudah berkembang dan permodalan juga banyak akan mampu memberikan PAD ke Desa yang jauh lebih besar,” tutur Tri Suhartono.

Diakui, perjalanan koperasi ini tidak tanpa hambatan. Kepala Desa Gunungan, Widi Hastuti, mengakui bahwa keterbatasan modal menjadi tantangan utama sejak awal berdiri pada Mei 2025.

Namun kondisi tersebut tidak membuat langkah koperasi terhenti. Justru di tengah keterbatasan, operasional tetap berjalan dan menunjukkan progres yang nyata.

“Walau dibilang Koperasi Merah Putih Desa Gunungan baru terbentuk pada Bulan Mei 2025, tetapi sudah dapat memulai beroperasional dengan baik di tengah-tengah keterbatasan permodalan. Sebagai Ketua Pengawas, kami menilai para pengurus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap KMPD Gunungan ini,” tuturnya.

Harapannya jelas, koperasi ini ke depan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan anggota secara langsung.

Baca Juga :  Start with Soto End with Haru!13 Bus Gratis Langsung Dilepas Bupati, Vibesnya Kayak Keluarga Sendiri

Sekretaris Kecamatan Manyaran, Widodo, juga memberikan dorongan agar koperasi terus berkembang dan memperkuat struktur permodalan. Salah satu strategi utama yang disarankan adalah memperbanyak jumlah anggota serta mengoptimalkan sistem simpanan.

Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
• Sosialisasi pentingnya koperasi ke masyarakat luas
• Menambah anggota baru untuk memperkuat modal
• Menggalakkan simpanan sukarela
• Mengembangkan simpanan bantu modal
• Mengoptimalkan program SHR (Simpanan Hari Raya)
Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.