Beranda Daerah Rumah di Purworejo Hancur oleh Ledakan Mercon, 5 Orang Terluka

Rumah di Purworejo Hancur oleh Ledakan Mercon, 5 Orang Terluka

Ilustrasi ledakan | freepik

PURWOREJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Aktivitas merakit petasan yang kerap dianggap sepele kembali menelan korban. Kali ini, ledakan hebat di sebuah rumah warga di Kabupaten Purworejo menjadi bukti nyata bahwa praktik berbahaya tersebut bisa berujung petaka dalam sekejap.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) sore di Desa Tasikmadu, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Sebuah rumah milik warga berinisial R hancur setelah terjadi ledakan saat proses perakitan mercon berlangsung.

Dampaknya tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.

Kondisi rumah terlihat rusak parah, terutama di bagian depan. Genteng berserakan di halaman, banyak yang pecah akibat tekanan ledakan. Rangka atap tampak bergeser dan sebagian nyaris ambruk.

Bagian teras juga mengalami kerusakan signifikan. Tiang penyangga terlihat miring, sementara struktur kayu mengalami retakan bahkan terlepas dari dudukannya. Pagar bambu di depan rumah roboh, memperlihatkan kuatnya daya ledak yang terjadi.

Baca Juga :  Tabrak Lari di Depan TMP Tanjung, Purwokerto, Nyawa Ibu Tiga Anak Melayang

Kerusakan tidak berhenti di luar bangunan. Di dalam rumah, sejumlah jendela pecah dan terbuka akibat tekanan dari dalam. Dinding batako masih berdiri, namun menunjukkan retakan di beberapa titik.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area rumah dipasangi garis polisi, sementara petugas menyisir puing-puing untuk mencari barang bukti.

Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan sejumlah material yang berkaitan dengan perakitan petasan, termasuk enam selongsong mercon kosong, alat perakitan, serta sisa-sisa ledakan.

“Awalnya korban mengisi selongsong dikasih obat mercon kemudian terjadi ledakan,” kata Kasatreskrim Polres Purworejo, AKP Dwiyono, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat empat orang lain yang berada di lokasi dan menyaksikan proses tersebut. Mereka ikut menjadi korban ketika ledakan terjadi secara tiba-tiba.

Salah satu keluarga pemilik rumah, Agus, mengaku tidak berada di tempat saat insiden berlangsung. Ia baru mengetahui kejadian itu setelah pulang dan mendapati rumah dalam kondisi rusak berat.

Baca Juga :  Emosi Memuncak, Emak-emak di Balikpapan Ini Tusuk Tetangganya dengan Pisau Dapur  

“Kondisinya sudah berantakan, genteng pada jatuh semua. Di depan rumah penuh pecahan,” katanya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas merakit petasan secara mandiri bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan nyawa—baik bagi pelaku maupun orang di sekitarnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.