YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Fenomena tawuran remaja kembali mencoreng suasana malam di Kota Yogyakarta. Dua kelompok pelajar yang berkonvoi dengan puluhan sepeda motor terlibat keributan di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya di depan SD Bumijo, Kamis (12/3/2026) malam.
Aksi yang semula hanya berupa saling tantang di jalan raya itu akhirnya berubah menjadi perkelahian terbuka. Aparat kepolisian kemudian mengamankan tiga pelajar yang diduga terlibat dalam keributan tersebut.
PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, R Antin Budi Susilo, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar, telah diamankan yang diduga melakukan keributan di Jalan Tentara Pelajar, Bumijo,” kata Antin saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial MR (16), AA (15), dan RG (15). Ketiganya merupakan pelajar SMP di Kota Yogyakarta dengan alamat berbeda di wilayah Tegalrejo dan Jetis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu bermula sekitar pukul 20.45 WIB setelah dua rombongan pelajar pulang dari acara buka bersama di sebuah restoran. Mereka melaju dari arah utara menuju selatan dengan berboncengan menggunakan sekitar 40 sepeda motor.
Dalam perjalanan, kedua rombongan tersebut diduga saling memancing emosi dengan cara berkendara zig-zag dan saling menantang di jalan.
Ketika sampai di depan SD Bumijo di Jalan Tentara Pelajar, kedua kelompok berhenti dan terlibat perkelahian. Seorang saksi yang berada di lokasi kemudian berusaha membubarkan keributan tersebut.
“Kemudian sesampai di depan SD Bumijo Jalan Tentara Pelajar kedua rombongan tersebut berhenti dan berkelahi kemudian saksi dengan sendirian membubarkan kedua rombongan tersebut,” ujar Kasihumas.
Saksi berinisial CJ bersama warga sekitar akhirnya berhasil mengamankan tiga pelajar yang diduga terlibat langsung dalam keributan itu sebelum polisi datang.
Petugas dari Polsek Jetis yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan membawa ketiga pelajar tersebut ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sebuah sabuk atau gesper yang diduga digunakan saat perkelahian.
“Personil Polsek Jetis yang datang ke TKP selanjutnya membawa ketiga anak tersebut ke Mapolsek jetis untuk penyelidikan lebih lanjut. Kedua rombongan itu sudah melakukan perkelahian,” terang Anton. [Disarikan dari sumber berita media daring]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















